Produksi Karet Menyusut Kebijakan Pro Kebun Karet Belum Juga Dikeluarkan

27
Produksi Karet Menyusut Kebijakan Pro Kebun Karet Belum Juga Dikeluarkan

BISNIS BANDUNG– — Mantan Ketua Asosiasi Petani Karet Indonesia (Apkarindo) Jawa Barat, Eka Suwarna, ST mengatakan,  produksi karet di Indonesia selama tahun 2020, mengalami penurunan akibat  perubahan  cuaca dan pandemi.

Besaran angka penurunan diperkirakan mencapai 2-5%. Faktor terbesar adalah pandemi  Covid-19 , yakni  pergerakan manusia dibatasi sehingga banyak pabrik libur dan transportasi menjadi sulit. Dampaknya devisa nasional dari hasil ekspor  karet a menurun.

Kebutuhan nasional masih tercukupi bahkan sebagian besar hasil produksi karet nasional diekspor. Konsumsi karet nasional jauh lebih kecil dibandingkan hasil produksi karet nasional. Hasil karet dari tanah air, banyak digunakan untuk industri ban, sarung tangan, alas kaki dan lain-lain.

“Sedangkan kendala utamanya adalah fluktuasi harga karet dunia,”  tutur Eka kepada Bisnis Bandung, Senin ( 01/2/2021) di Bandung.

Menurut Eka Suwarna, luas lahan karet berkurang karena alih fungsi lahan dan jumlah petani pun berkurang. Luas lahan perkebunan karet nasional tahun 2013 sekitar 3,5 juta hektar dengan jumlah petani skitar 2,8 juta orang.

Di Indonesia terbanyak di Sumatera dan Kalimantan.  Di Jabar perkebunan karet terluas ada di Sukabumi, Tasik dan Garut.

Ia menyebutkan karet Indonesia dikenal sebagai karet kualitas terbaik. Secara kuantitas Indonesia adalah produsen karet terbesar kedua di bawah Thailand. Ada harapan produksi nasional akan kembali pulih di tahun ini. Permintaan  ekspor  dari Luar negeri terus meningkat.

Upaya yang dilakukan oleh asosiasi untuk menggenjot produksi karet di tanah air yakni, pembinaan pada para petani dan peningkatan kapasitas para pelaku usaha karet agar memiliki kemampuan manajemen perkebunan yang lebih baik.

“Perhatian pemerintah belum optimal, hingga hari ini belum ada kebijakan spesific yang tepat dalam upaya mengangkat komoditi karet padahal devisa yang dihasilkan dari karet sangat besar, mengingat karet adalah komoditi andalan Indonesia. Semoga pemerintah mampu merumuskan dan membuat kebijakan yang tepat dalam upaya mempertahankan dan mengangkat daya saing komoditi karet di tingkat dunia. ” jelas Eka. ( E-018)***

Baca Juga :   Stabilitas Politik, Perijinan dan Tata Ruang Pengaruhi Iklim Investasi