Program Kuota Internet Gratis Pelajar dan Guru Masih belum Terealisasi

50
Program Kuota Internet Gratis Pelajar dan Guru Masih belum Terealisasi

BISNIS BANDUNG– Subsidi kuota gratis bagi pelajar dan guru hingga kini masih belum terealisasi  baik yang diperuntukkan siswa di sekolah-sekolah  maupun  pedidikan tinggi  untuk mahasiswa.

Dikabarkan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) akan memberikan kuota internet gratis bagi guru dan siswa serta mahasiswa dan dosen untuk mendukung penyelenggaraan pendidikan jarak jauh (PJJ).

Rencananya Kemendikbud akan memberikan subsidi kuota internet untuk siswa dan guru maupun mahasiswa dan dosen selama empat bulan yakni September hingga Desember 2020.

Rinciannya, subsidi kuota internet gratis untuk siswa sebesar 35 gigabyte (GB) per bulan, untuk guru sebesar 42 GB per bulan, untuk mahasiswa dan dosen sebesar 50 GB per bulan.

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bandung  Hikmat Ginandjar menyatakan sudah menyiapkan infrastruktur penunjang penyaluran subsidi kuota gratis kepada pelajar dan guru untuk membantu sistem pembelajaran jarak jauh (PJJ).

Diakuinya belum menerima instruksi resmi soal rencana pemberian subsidi kuota internet. Namun pada prinsipnya, pihaknya siap menjalankan kebijakan yang diinstruksikan pemerintah pusat melalui kementerian pendidikan.

“Secara infrastruktur kita siap, tapi masih menunggu kebijakan itu turun seperti apa dari Kementerian, junklak juknis-nya (petunjuk pelaksanaan dan petunjuk teknis) harus seperti apa,” kata Hikmat di Bandung.

Selama ini, menurutnya proses belajar jarak jauh di Kota Bandung yang memasuki tahap kedua ini berjalan cukup lancar dengan sejumlah evaluasi dari tahap sebelumnya. Proses pembelajaran jarak jauh tahap kedua ini dibagi menjadi dua jenis, yakni secara daring dan luring.

“Kalau luring itu dengan memberikan modul kepada para peserta didik yang membutuhkan dan terkendala dengan gadget,” katanya.

Guna mengatasi masalah kekurangan kuota internet dalam pembelajaran daring, menurutnya setiap sekolah diberikan kebijakan untuk menggunakan dana bantuan operasional sekolah (BOS).

“Sementara ini dibantu oleh dana BOS, instruksi dari pusat sudah berjalan semuanya, pusat selalu memberikan inovasi dan Kota Bandung selalu siap,” katanya. (B-002)***