PT.TMI Menangani Pengadaan Autsista Senilai Rp1.760 triliun. Indonesia Agar Tidak Dibohongi Mafia Alutsista

2

BISNIS BANDUNG – Anggota Komisi I DPR RI Yan Permenas Mandenas membantah isu yang menyebutkan, Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto menunjuk PT Teknologi Militer Indonesia (TMI) untuk menangani proyek pengadaan alat utama sistem senjata (alutsista) senilai Rp1.760 triliun.

“PT TMI adalah wadah yang sejalan dengan keinginan Menhan Prabowo agar Indonesia tidak dibohongi mafia Alutsista,” kata Yan Mandenas di Jakarta, Rabu (3/6). Politikus Gerindra itu mengatakan,  melalui PT TMI  diharapkan ada transfer of technology (ToT).

DitegaskanYan ,Kemhan tidak membuat perseroan namun yayasan membuat perseroan, sesuai dengan Pasal 7 dan Pasal 8 UU No. 28 Tahun 2004 tentang Yayasan. Selain itu, menurutnya masyarakat perlu tahu bahwa tidak ada satu pun kontrak dari Kementerian Pertahanan diberikan kepada PT TMI ,apalagi jika disebut mendapat kontrak untuk pengadaan atau pembelian alutsista.

“Itu jelas keliru dan tidak benar sama sekali. PT TMI adalah konsultan, fungsi dan perannya hanya untuk itu,” ujarnya.

Dijelaskan politikus Gerindra ini , Kemenhan khususnya Menhan Prabowo Subianto ingin ada wadah bagi ahli-ahli alutista berteknologi canggih, ahli elektronika, teknokrat bidang persenjataan, insinyur-insinyur anak bangsa untuk membantu proses transfer of technology (ToT), agar tidak dibohongi makelar-makelar ketika membeli alutsista.

Ia menilai biasanya teknologi itu dikunci oleh prinsipal dalam proses pembelian alutsista maupun ketika transfer of technology (ToT), karena itu TMI adalah konsultan untuk membantu mencari alutsista terbaik dan agar tidak kecolongan dari sisi alih teknologinya.

“Bukan untuk pembelian atau pengadaan. PT TMI tidak berkontrak dengan Kemhan sama sekali,” ujarnya. Komisi I DPR RI menggelar rapat dengan Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto secara tertutup, Rabu (2/6/21 ). Anggota Komisi I DPR RI, Effendi Simbolon mengatakan dalam rapat tersebut Prabowo menyampaikan klarifikasinya terkait penunjukan PT Teknologi Militer Indonesia (TMI) dalam proyek rencana pengadaan alutsista senilai Rp 1.760 triliun.

Baca Juga :   Jaman Petrus Tubuh Bertatto Panik Hijrah Care Siap Menghapusnya

“Kita konfirmasi juga, PT TMI ini , apakah ada kepentingan partai tertentu, ada kolega kedekatan, beliau bilang, nggak, ini kebetulan saja mereka pensiunan para pakar. Jadi nggak ada kaitannya,” ungkap Effendi di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (2/6/21).

Menurut Effendi, Komisi I juga menanyakan peran dan fungsi PT TMI dalam pengadaan alutsista tersebut. Komisi I bukan ingin menuding Prabowo, melainkan mengkonfirmasi langsung terkait informasi yang beredar. (B-003) ***