Radio Gunung Puntang Pertama Di Indonesia Cikal Bakal Lahirnya Orari

9

BISNIS BANDUNG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung berencana akan menjadikan situs Radio Malabar sebagai objek wisata edukasi. Hal tersebut dikemukakan Bupati Bandung H. Dadang M Naser di sela – sela kegiatan Festival Gunung Puntang ‘Hallo Bandoeng Netherland Amateur Radio Fair 2020’, Jumat pekan lalu.

“Bagi Masyarakat Kabupaten Bandung, Gunung Puntang sarat akan nilai sejarah. 97 tahun silam tempat ini menjadi saksi perkembangan telekomunikasi dunia. Oleh karena itu, kami berencana menjadikan Gunung Puntang dan Situs Radio Malabar sebagai pusat budaya serta pusat sejarah untuk edukasi. Tantangan kita saat ini adalah bagaimana menghadirkan kembali bangunan bersejarah itu,” ungkap Bupati Bandung.

Guna merealisasikan hal tersebut, pihaknya akan bekerjasama dengan Organisasi Amatir Radio Indonesia (ORARI), Perum Perhutani, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) serta Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Republik Indonesia.
“Sampai saat ini, situs Radio Malabar masih berada di bawah kewenangan Perum  Perhutani. Sementara untuk menjadikan Gunung Puntang sebagai objek wisata, kami akan berkomunikasi dengan Kemenparekraf. Sementara  untuk pusat kebudayaan, pihaknya akan berkordinasi dengan Kemendikbud,” ujar Dadang Naser.

Pada kesempatan yang sama, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Bandung H. Ruli Hadiana mengungkapkan, kegiatan festival bertujuan sebagai upaya mempromosikan serta meningkatkan jumlah wisatawan, baik lokal maupun mancanegara.
“Kami yakin dengan mensinergikan komponen pentahelix, pembangunan pariwisata Kabupaten Bandung dapat optimal,” jelas Ruli.

Sekretaris Disparbud Kabupaten Bandung H. Hidayat Ramdan menambahkan, pada Festival Gunung Puntang yang berlangsung tanggal 13 – 15 Maret 2020,, masyarakat diajak mempelajari dan menelusuri sejarah Radio Malabar yang merupakan radio pertama Indonesia,  berdasarkan bukti otentik.

Senada dengan Bupati Bandung, pihaknya juga berencana menjadikan situs Radio Malabar sebagai museum radio, sekaligus destinasi wisata unggulan Kabupaten Bandung. Tak hanya itu, dengan dijadikannya objek wisata, ia berharap dapat meningkatkan perekonomian masyarakat setempat.
“Gunung Puntang merupakan cikal bakal lahirnya ORARI di Indonesia. Seperti kita lihat bersama, kondisinya saat ini hanya tinggal puing – puing bangunan saja. Kami sangat berterimakasih dan mendukung  keputusan bapak bupati yang akan menjadikan Gunung Puntang sebagai objek wisata edukasi,” jelasnya.

Pada festival Gunung Puntang , selain diisi berbagai kegiatan menarik, seperti live folk music performance, hammock party, pameran produk lokal dan perlombaan. Peserta festival  dapat menyaksikan history call dari Radio Malabar ke Radio Kootwijk Belanda. (B-003) ***