Rangga: “Pendirian Negara Seizin  Sunda Empire”

2095

BISNIS BANDUNG – “Keberadaan Sunda Empire  jangan disamakan dengan keraton-keraton yang muncul  akhir-akhir ini. Sunda Empire merupakan  sebuah sistem tata negara  di dunia,”  demikian diutarakan Petinggi Sunda Empire, Rangga Sasana  saat  menjadi pembicara  di acara ILC TV One yang bertema “Siapa di balik raja-raja baru” Selasa (21/1/20) malam.

Rangga menyatakan Sunda Empire tidak sama dengan Keraton Agung Sejagat (KAS) lantaran  berdiri  sejak masa Alexander the Great. Bahkan, sudah ada  dari zaman 324 sebelum masehi.

“Sunda Empire sudah menegaskan setelah perang dunia kedua tidak ada satupun negara atau pemerintah yang didirikan tanpa seizin Sunda Empire,” ucap Rangga  dengan mengenakan pakaian jas  kebesarannnya.

Mendengar ungkapannya yang blak-blakan, hadirin pun  meunyambut dengan tawa yang riuh. Rangga pun mengomentari bahwa Keraton Agung Sejagat (KAS) berdiri tanpa izin Sunda Empire.

Ia mengklaim Sunda Empire dapat menghentikan perang nuklir hingga Bill Gates dan Jack Ma akan bergabung dengannya.

“Saya bilang yang bisa hentikan nuklir tidak diledakkan adalah Sunda Empire. Dalam waktu dekat akan diumumkan empire sistem. Jack Ma (pendiri Alibaba) dan Bill Gates (miliuner AS) ada di sana,” klaim Rangga Sasana.

Mengomentari  munculnya petinggi  KAS,  ia menandaskan tidak pernah bertemu secara langsung dengan sosok Totok Santoso yang mengklaim sebagai Raja KAS.

“Kalau saudara Toto tadi menyingung soal adanya DEC (Development Committee), saya tidak tahu adanya DEC. Saya tidak tahu wajahnya pak Toto kayak apa,” kata Rangga seraya menambahkan  posisi saudara Toto dengan keraton agungnya itu adalah sudah menyalahi aturan, di luar sistem Sunda Empire.

Kalangan tokoh masdyarakat di Bandung menyebut, kemunculan berbagai  kerajaan palsu di Indonesia dinilai sebagai bentuk fenomena masyarakat yang ingin mendapat solusi praktis terkait masalah ekonomi sekaligus berharap lebih dihargai.

Diketahui, ada sejumlah kerajaan fiktif yang belakangan terungkap, sepertri  Kerajaan Agung Sejagat di Purworejo, Jawa Tengah, Kerajaan Jipang di Blora, Jateng, dan Kerajaan Sunda Empire di Bandung, Jawa Barat.

Benarkah fenomena ini tak lepas dari faktor ekonomi. Pencetus kerajaan-kerajaan itu menyasar masyarakat kalangan ekonomi menengah ke bawah? (B-002)***