Rekor Vonis  Pengadilan Terhadap Koruptor Di Indonesia Pembobol Uang Nasabah Jiwasraya Dihukum Seumur Hidup

228

BISNIS BANDUNG – Memecahkan rekor baru ,  Majelis Hakim Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi (PN Tipikor)  menjatuhkan vonis hukuman penjara seumur hidup terhadap empat terdakwa kasus korupsi PT Asuransi Jiwasraya pada Senin (13/10) . Vonis tersebut memecahkan rekor baru menjatuhkan  hukuman kepada koruptor di Indonesia.

Empat terdakwa yang divonis hukuman penjara seumur hidup, adalah mantan Direktur Utama Jiwasraya Hendrisman Rahim, mantan Direktur Keuangan PT Asuransi Jiwasraya Hary Prasetyo, mantan Kepala Divisi Investasi dan Keuangan PT Asuransi Jiwasraya Syahmirwan dan Direktur PT Maxima Integra, Joko Hartono Tirto.

Keempatnya  terbukti secara sah melakukan tindak pidana korupsi dengan memperkaya diri bersama Benny Tjokrosaputro dan Heru Hidayat senilai Rp 16 triliun. “Menjatuhkan pidana kepada terdakwa dengan hukuman pidana penjara seumur hidup,” kata Ketua Majelis Hakim  PN Tipikor Jakarta Pusat , Senin (12/10). Hukuman penjara seumur hidup bagi empat koruptor tersebut menjadi rekor sejalan dengan Peraturan Mahkamah Agung (Perma) , yakni Peraturan MA Nomor 1 Tahun 2020 yang diterbitkan pada Agustus lalu Disebutkan , koruptor yang melakukan korupsi mencapai Rp100 miliar atau lebih akan dihukum maksimal penjara seumur hidup atau penjara 16 hingga 20 tahun. Terbitkan Perma untuk menghindari disparitas (perbedaan) hukuman yang mencolok bagi satu koruptor dengan koruptor lainnya. Sebelum empat terdakwa Jiwasraya, sebelumnya ada koruptor yang divonis hukuman penjara seumur hidup.  Mereka adalah Adrian Waworuntu , pembobol BNI 46 cabang Kebayoran Baru, Jakarta Selatan pada awal 2003 silam. Nilai korupsinya mencapai lebih dari Rp 1 triliun .Kemudian. Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Akil Mochtar yang  menerima suap tidak kurang dari Rp 57 miliar. Direktur Keuangan TNI AD/Kepala Bidang Pelaksana Pembiayaan Kementerian Pertahanan Brigjen Teddy Hernayadi melakukan korupsi anggaran Alutsista 2010-2014. (B-003) ***