Ridwan Kamil Berharap Op Bawang Putih Bisa Turunkan Harga

8

Meninjau operasi pasar bawang putih di pasar Astana Anyar Bandung, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menyatakan harapannya, harga komoditas tersebut turun sehingga inflasi dapat terkendali. Gubernur pun menyatakan, selain bawang putih, saat ini Pemprov Jabar pun memantau harga gula putih yang juga naik.

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil meninjau operasi pasar yang diselenggarakan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jabar bersama Satgas pangan, di pasar Astana Anyar Bandung, selasa pagi. Gubernur menyatakan, operasi pasar tersebut dilakukan menyikapi laporan soal kenaikan harga, terutama bawang putih yang hampir dua kali lipat. Operasi pasar tersebut akan dilakukan ke pasarpasar di seluruh Jabar, dengan menurunkan setidaknya 8 ton bawang putih seharga dua puluh delapan ribu rupiah perkilogram, di tiap pasar. Gubernur pun berharap, operasi pasar tersebut bisa menurunkan harga, sehingga tidak terjadi inflasi.

Warga pun antusias dan antre untuk membeli bawang putih impor dari China tersebut. Salah satu warga yang membeli sebelas kilogram bawang putih, sutar menyatakan, dirinya sangat terbantu dengan operasi pasar tersebut. Sutar pun mengungkapkan, bawang putih tersebut akan digunakannya untuk keperluan masakan di warung yang dimilikinya.

Selain bawang putih, ridwan kamil pun meninjau harga beberapa komoditas bahan pokok lainnya di pasar Astana Anyar. Setelah dirinya sempat berbincang bincang dengan beberapa pedagang, Ridwan Kamil menyatakan, pihaknya pun akan berusaha mengendalikan harga gula pasir yang saat ini meningkat.

Hingga saat ini, Jawa Barat memang masih bergantung pada impor bawang putih, karena produksi dalam negeri belum mencukupi. Pihak Dinas Perindustrian dan Perdagangan atau DISPERINDAG Jawa Barat pun memastikan, pasokan dan persediaan bawang putih di Jabar masih banyak, sehingga masyarakat tidak perlu panik. DISPERINDAG pun berupaya mengendalikan harga di distributor, agar tidak terjadi kenaikan di pasaran.

Budi Hartati, Bandung TV.