Ridwan Kamil : Malah Menaikan Ongkos Ekonomi Pemerintah Naikan Tarif Tol Cipularang Dan Padaleunyi

6

BISNIS BANDUNG – Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil sangat tidak setuju  saat mengetahui rencana kenaikan tarif tol Cikampek-Purwakarta-Padalarang (Cipularang) dan Padalarang-Cileunyi (Padaleunyi).

Melalui akun Instagram pribadinya @ridwankamil, Kang Emil tak setuju dengan rencana kenaikan tarif tol tersebut.Apalagi di tengah kondisi pandemi saat ini, jika tarif tol dinaikan maka bukan tidak mungkin beban masyarakat akan semakin besar.

Tulisan Ridwan Kamil di akun Instagram pribadinya.

YTH PT JASA MARGA @official.jasamarga

Menaikan tarif tol di situasi ekonomi sulit saat pandemi ini sangatlah tidak bijak. Ekonomi yang potensi resesi ini hanya akan diperparah oleh kebijakan korporasi ini. Karena sub sektor ekonomi turunannya akan ikut naik.

BUMN yang lain-lain berlomba menurunkan, mengharatiskan, mensubsidi, ini malah menaikan beban ongkos ekonomi.

Mohon ditunda dan ditinjau ulang sampai situasi ekonomi membaik, karena itu bagian dari bela negara anda.

Unggahan Ridwan Kamil soal protes rencana kenaikan tarif tol pun ditanggapi oleh warganet.

@adimaulanap Setuju, semangat pak, jgn kendur, pelaku umkm seperti saya merintih Tarif tol Cikampek-Purwakarta-Padalarang (Cipularang) dan Padalarang-Cileunyi (Padaleunyi) pada hari Sabtu (5/9/20) akan mengalami kenaikan tarif.

Anggota Komisi V DPR RI Ahmad Syaikhu meminta pemerintah dapat menunda penyesuaian tarif dua ruas jalan tol tersebut.

Ia mengimbau agar Pemerintah menunda kenaikan tarif tol sampai pertumbuhan ekonomi kembali naik dan stabil serta daya beli masyarakat pulih kembali.

“Saya tegaskan kembali, harus ditunda sampai ekonomi membaik,” ucap Syaikhu , Sabtu (5/9/2020).

Menurutnya, kenaikan kedua jalan tol tersebut jelas tidak tepat waktunya saat  kondisi rakyat sedang susah akibat pandemi Covid-19.

Dalam situasi ekonomi sekarang ini, seharusnya Pemerintah memberikan insentif pada UMKM yang sudah sangat terpukul bukan menaikkan tarif tol.

“Efeknya akan berantai. Tarif tol naik, harga barang naik dan pada akhirnya akan jadi beban baru masyarakat,” ungkap Syaikhu.

Ciptakan investasi

Menurut Corporate Communication & Community Development Group Head Jasa Marga Dwimawan Heru , penyesuaian tarif merupakan upaya untuk menciptakan iklim investasi bisnis jalan tol yang kondusi serta menjaga kepercayaan ninvestor.

Kenaikan tarif ini mulai diberlakukan pada 5 September 2020, pukul 00.00 WIB.

Jalan Tol Jakarta-Cikampek menuju Bandung via Gerbang Tol (GT) Pasteur yang sebelumnya membayar tarif tol total Rp 58.000 (Jakarta-Cikampek Rp 15.000, Cipularang Rp 39.500 dan Padaleunyi Rp 3.500)  menjadi Rp 61.000 (Jakarta-Cikampek Rp 15.000, Cipularang Rp 42.500 dan Padaleunyi Rp 3.500), selisih 3.000 dari tarif sebelumnya.

Penyesuaian tarif ini sesuai dengan Keputusan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) No. 1128/KPTS/M/2020 tanggal 1 Juli 2020 tentang Penyesuaian Tarif Tol pada Ruas Jalan Tol Cikampek-Purwakarta-Padalarang dan Keputusan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) No. 1116/KPTS/M/2020 tanggal 26 juni 2020 tentang Penyesuaian Tarif Tol pada Ruas Jalan Tol Padalarang-Cileunyi.

Penyesuaian tarif ruas Jalan Tol Cipularang sepanjang 56,1 km :

Gol I: Rp 39.500 – Rp 42.500

Gol II: Rp 59.500 – Rp 71.500

Gol III: Rp 71.500 – Rp 79.500

Gol IV: Rp 99.500 – Rp 103.500

Gol V: Rp 103.500 – Rp 119.000. (B-003) ***