Rocky : Bukan Gedung Kejagung Yang Terbakar Yang Terbakar Adalah Pasar Gelap Keadilan

8360

BISNIS BANDUNG – Pengamat politik Rocky Gerung mengemukakan,  kebakaran gedung Kejaksaan Agung yang terjadi akhir bulan Adustus lalu, menurutnya, bukan gedung Kejagung yang terbakar, melainkan yang terbakar adalah pasar gelap keadilan.

“Jadi yang ada di depan kita itu gambar pasar gelap kekuasaan atau black market of power karena di situ terjadi transaksi ketidakadilan,” kata Rocky dalam sebuah acara televisi, Selasa (25/8/2020) yang dikutip Bisnis Bandung.com.

Rocky menyebut, gedung tersebut menyimpan nilai sejarah, yakni keadilan. Oleh karena itu, publik Indonesia menganggap gedung itu seharusnya tak perlu diperbaiki , sehingga akan terus dikenang sebagai pasar gelap keadilan.

“Jadi, saya usul bangunan itu mangkrak saja dengan jelaga yang menempel,  supaya ada pelajaran sejarah monumen pemberantasan korupsi,” ujar Rocky.

Selain itu, Rocky juga menyinggung mengapa publik tidak percaya dengan pernyataan pemerintah soal terbakarnya gedung Kejagung. Dia menilai publik tidak percaya karena ada kecurigaan bahwa di belakang kasus ini ada yang ingin disembunyikan.

“Jadi kalau mau baca kasus ini, harus dilihat publik karena yang terbakar adalah rasa keadilan publik. Ini harus dipahami oleh para juru bicara lembaga negara. Tidak ada gunanya influencer , tapi yang diperlukan adalah kejujuran,” ungkapnya.

Rocky menilai peristiwa ini harus diingat sebagai monumen buruk dari penegakan keadilan, sehingga jika gedung Kejagung direnovasi, hal-hal yang buruk tak akan bisa diingat oleh publik. (B-003) ***