Rocky Menilai Risma Dijadikan Mensos Agar Marwah Partai  Pengusung Terjaga

48

BISNIS BANDUNG – Menteri Sosial Tri Rismaharini  resmi menjabat di Kabinet Indonesia Maju sejak Rabu, 23 Desember 2020.Ia menggantikan Mensos sebelumnya, Juliari Peter Batubara, yang terjerat kasus korupsi pengadaan dana bantuan sosial.

Sejak menjabat menjadi Mensos, Risma kerap menjadi bahan perbincangan publik lantaran dirinya sama-sama berasal dari PDIP yang menjadi partai tempat Juliari bernaung.

Pengamat politik sekaligus filsuf, Rocky Gerung, menilai  terpilihnya Tri Rismaharini sebagai Mensos merupakan salah satu upaya agar kasus korupsi bansos di PDIP tak terbongkar.

Tak hanya itu, para Ketua RT dan RW di Jakarta bahkan menegur Risma yang dinilai sering membuat kegaduhan di Jakarta. Terlebih usai sang mensos mengeluarkan gebrakan untuk membuatkan KTP DKI bagi gelandangan yang ditemuinya di Ibukota.

“Ibu Risma ini sengaja datang untuk bikin gaduh sehingga opini publik kemudian mengalami blur mengalami ketakjelasan agar ada penghilangan atau upaya membersihkan korupsi di sungai politik itu (PDIP),” ujar Rocky Gerung. Dikutip dari kanal YouTube resminya, Rocky menyebut, dilantiknya Risma yang berasal dari PDIP, dapat terbaca sebagai upaya untuk menjaga marwah partai tersebut usai salah satu kadernya tertangkap oleh KPK.

“Sebetulnya, sudah sangat transparan kenapa Risma dipindahkan ke sini (jadi Mensos), tentu untuk menjaga marwah dari partai yang berkuasa, supaya nggak jatuh ke partai yang lain. Bayangin misalnya kalau yang ganti Batubara itu dari partai lain, itu kan pasti langsung dibongkar kan,” ucapnya.

Pengamat politik itu mengatakan,  bahwa segala upaya yang dilakukan partai terkait untuk menutupi kasus korupsi ini tak ada gunanya, lantaran publik sudah dapat membaca dengan sangat jelas situasi yang sebenarnya terjadi.

Untuk diketahui, Juliari Peter Batubara ditangkap dan dan ditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantas Korupsi (KPK) karena kasus korupsi pengadaan dana bansos.

Juliari  ditangkap pada Minggu, 6 Desember 2020 atas dugaan suap terkait bansos  Covid-19 untuk wilayah Jabodetabek 2020. (B-003) ***

Baca Juga :   Pembuat Roti Palestina Viral Setelah Ciptakan Desain 'Kue Corona'