Rosye : Tidak Cukup Diberi Obat Di Babakan Sari ODGJ Berat Mencapai 184 Kasus

14

BISNIS BANDUNG – Wakil Walikota Bandung  Yana Mulyana berharap dengan  Asmara Sejiwa masalah kejiwaan di masyarakat bisa terselesaikan di tingkat kewilayahan. Sehingga tidak perlu dirujuk ke Rumah Sakit Jiwa.

Asmara Sejiwa (Atasi Bersama Sehat Jiwa, Bersama Keluarga Atasi Gangguan Jiwa) merupakan programi layanan terbaru  Dinkes Kota Bandung yang diluncurkan Rabu (19/2/2020) . Asmara Sejiwa (Atasi Bersama Sehat Jiwa, Bersama Keluarga Atasi . Kader Asmara Sejiwa adalah warga yang telah mendapat pelatihan dari Dinkes Kota Bandung bekerjasama dengan Fakultas Psikologi dan Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran.

Layanan ini untuk sementara,  baru dilaksanakan di Kelurahan Babakan Sari, Kecamatan Kiaracondong. Sebagai tanda peresmian Asmara Sejiwa, Wakil Wali Kota Bandung, Yana Mulyana  menyematkan pin dan memberikan sertifikat kepada Perwakilan Kader atau Ranger Jiwa Kelurahan Babakan Sari, di Puskesmas Babakan Sari, Jalan Babakan Sari 1, Kiaracondong.

Ditegaskan Kang Yana ,  dengan adanya program Asmara Sejiwa  masalah kejiwaan di masyarakat bisa terselesaikan di tingkat kewilayahan tidak perlu  dirujuk ke Rumah Sakit Jiwa.

“Pemkot Bandung mengapresiasi dengan kegiatan-kegiatan yang bisa menangani masalah  ODGJ (Orang Dengan Gangguan Kejiwaan),” ujar Kang Yana, sapaan bagi Wakil Walikota Bandung.

Dikatakan, kesehatan jiwa yang kurang terpelihara cenderung menimbulkan dampak sosial. Mulai dari kekerasan di rumah tangga, kriminalitas, bunuh diri, penganiayaan anak, perceraian, kenakalan remaja, penyalahgunaan napza, sampai masalah dalam pendidikan dan pekerjaan.

Kircon cukup tinggi

Sementara itu Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kota Bandung, Rosye Arosdiani Apip menyebut, di wilayah Babakan Sari estimasi kasus ODGJ berat mencapai 184 kasus.

“Angka di wilayah tersebut  cukup tinggi dengan katagori  penderita berat dan ringan pada semua umur ada. Tapi kalau yang ODGJ berat  rata-rata pada usia produktif. Penderita selain konsultasi ,  juga berkegiatan di antaranya membuat sandal sebagai psikoterapi,” tutur Rosye.

Menurut Rosye, gawai juga bisa menjadi salah satu penyebab bibit-bibit sesorang menderita gangguan jiwa, terutama pada anak-anak, karena penyintas gangguan kejiwaan itu tidak mendadak, tetapi diawali dari pola asuh .

“ODGJ berat  dipastikan dia tidak bisa melakukan aktivitas sehari-hari. Pengobatannya tidak bisa dengan obat saja, karena butuh melibatkan semua pihak. Sebab itulah lahir Atasi Bersama Sehat Jiwa, Bersama Keluarga Atasi Gangguan Jiwa,” jelasnya. (B-003) ***