Rumah Pengabdi Setan, Dibangun Kolonial Belanda

304

Genre film horor saat menjadi salah satu genre yang digemari oleh penonton. Beberapa waktu lalu khasanah film Indonesia heboh dengan remake film pengabdi setan.Film besutan Joko Anwar tersebut sukses besar dengan menggaet 4 juta penonton. Film yang mengambil setting di kawasan perkebunan Kertamanah Pangalengan ditengah perkebunan teh dengan pepohonan besar menjadi ilustrasi jalinan cerita dalam film tersebut. Didalam film diceritakan terdapat sebuah rumah dinas karyawan perkebunan tempat semua kejadian horor terjadi.

            Rumah tempat pengambilan gambar film Rumah Pengabdi Setan , disebut Rumah Kina. Mengapa? Karena bangunannya didominasi kayu dari pohon kina, terutama bagian dinding luar. Lokasinya terletak di kawasan kantor Perkebunan Kertamanah, PTPN VIII, Desa Margamukti, Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung.Dulu, Pangalengan memang pernah menjadi kawasan perkebunan kina. Bahkan, salah satu juragan kina asal Eropa yakni Gerarld Alfred Cup dimakamkan di Pangalengan. Di kawasan perkebunan Kertamanah, terdapat tiga rumah yang terbuat dari kayu kina. Meski sudah berusia puluhan tahun, tetapi rumah tersebut masih kokoh. Rumah Pengabdi Setan ini semula merupakan rumah dinas pegawai perkebunan setingkat kepala bagian.

            Seiring dengan boomingnya film Rumah Pengabdi Setan ,rumah ini menjadi viral hingga banyak penonton yang penasaran dengan keberadaannya. Melihat hal itu,pihak PTPN VIII tidak membuka wisata seram di rumah tersebut.Namun para pengunjung diperkenankan untuk memasuki rumah itu dengan terlebih dahulu meminta izin kepada petugas.Tim Mandalawangi beberapa waktu lalu melakukan kunjungan ke lokasi rumah tersebut.Kami di sambut oleh petugas,setelah meminta izin petugas kemudian mengantar kami memasukinya.Dari luar aura mistis sudah terasa,terlebih ketika kami berkunjung , langit sedang mendung.

            Memasuki ruang tamu , nampak foto foto semua pemain film Pengabdi Setan serta foto karakter ibu.Dari ruang tamu kami diajak melihat  dapur dan sumur. Dekat lokasi sumur aura mistis benar benar kami rasakan,ruangan  tersebut sangat minim cahaya.Menurut petugas yang mengantar, sumur ini telah ada sejak rumah pertama kali di bangun pada masa kolonial Belanda.Untuk keperluan syuting, sumur tersebut sempat dibenahi,namun sekarang sudah ditutup kembali.Dari sumur kemudian kami melihat- lihat ruangan  lainnya di lantai satu.Aura mistis benar benar kami rasakan lagi ,rumah yang dibangun masa kolonial sangat kental dengan nuansa retro.Tidak ada perabotan di rumah ini,semua perabotan setelah syuting film Pengabdi Setan dibawa kembali.

            Penelusuran kami lanjutkan menuju lantai dua,kami melihat ruangan  di lantai dua,disini juga  kami merasakan aura mistis .Terlebih ketika kami memasuki ruangan dengan jendela menghadap ke hutan pinus di depan rumah.Menurut petugas,  pengunjung yang datang kesini berasal dari berbagai daerah, bukan hanya dari seputaran Bandung  saja.Hampir setiap hari ada pengunjung yang datang,namun ramainya pada setiap akhir pekan. (E-001) ***