Rustam Sumarna: Sangat Memukul Pengembalian Biaya Umroh Mohon Sabar

440

BISNIS BANDUNG — Ketua Dewan Penasihat Himpunan Penyelenggara Umrah dan Haji (Himpuh), Rustam Sumarna mengemukakan, mewabahnya virus corona atau Covid 19 di tingkat regional, nasional dan global sangat memukul sektor usaha biro perjalanan haji dan umroh.  Dampaknya . saat ini sebagian pelaku usaha biro perjalanan haji dan umroh terpaksa harus merumahkan karyawannya, shifting dan lain-lain.

Dikemukakan Rustam , untuk calon jamaah umroh yang sudah membayar bisa dikembalikan, kecuali untuk  dana yang telah  dibayarkan ke pihak ke tiga,  seperti airline, hotel dan visa. “Tapi Airline berbeda-beda kebijakannya, Garuda hanya rescheduled tanpa penalty. Saudia Airline mengembalikan secara bertahap yang menerlukan waktu mininal 1 bulan. Hotel tidak bisa di refund hanya rescheduled saja. Sedangkan dana yang bisa dikembalikan oleh pihak travel hanya yang mengendap di travel saja. Namun pengembaliannya mohon sabar, karena hampir semua travel sudah melakukan Work From Home (WFH), bahkan ada yang meliburkan secara total,”ujar Rustam

Mengacu data,  yang gagal berangkat pada tanggal 27 Februari lalu jumlahnya hampir 40.000 jamaah dari seluruh Indonesia.Untuk umroh sampai dengan saat ini belum ada informasi dari Kementerian Haji Arab Saudi. “Kemenag RI tergantung dari Arab Saudi. Begitu pula untuk haji, apakah tahun ini akan ditiadakan atau tetap berjalan, pemerintah Arab Saudi belum membuat keputusan .  Sat ini di Saudi sudah memberkakukan “lockdown” dan jam malam di Makkah dan Madinah,”ungkap Rustam, Minggu (29/3/20) di Bandung.

Untuk biaya konsumen calon jemaah haji/umroh, sejumlah biro usaha travel haji/umroh,  sudah ada yang mengembalikannya,  tapi mayoritas belum.  Sedangkan  dana jamaah yang akan berangkat tahun ini masih tersimpan di BPKH.

Rustam  Sumarna yang juga CEO Khalifah Tour, Haji & Umrah mengaku, biro travel jasa umroh dan haji miliknya, pada bulan Maret 2020 rencananya, total akan memberangkat sekitar 300 jamaah. Namun karena mewabahnya Corona, mayoritas konsumen/calon jemaah haji/umroh  tertunda keberangkatannya dan akan dijadwal ulang. “Saya kira mayoritas jamaah akan rescheduled , jadi dananya tidak dikembalikan. Dampak mewabahnya corona,  pelaku usaha kerugiannya cukup besar. Mungkin ke depan bisa kembali normal , walau  pelan-pelan,” tambah Rustam.

Sementara  Direkur PT Qiblat Tour, Wawan Ridwan Misbach mengatakan, mewabahnya virus Corona, jelas sangat mengganggu  iklim usaha perjalanan haji dan umroh dengan tidak dikeluarkannya visa masuk ke Saudia. Dampaknya tidak ada lagi perputaran uang karena semua berhenti, ekonomi lumpuh.

Bagi calon jemaah haji/umroh yang sudah membayar lunas dan uang muka, mereka rata-rata menyerahkan keputusannya ke travel dan pasrah menunggu. Calon jemaah umroh yang gagal berangkat atau ditunda keberangkatannya untuk Jawa barat mencapai 12.000- an, sedangkan untuk nasional kurang lebih bisa 100.000- an.

“Sampai saat ini belum ada informasi dari pemerintah bagaimana kelanjutan keberangkatan calon jemaah haji/umroh, jadi kita menunggu saja. Jika ada jamaah yang minta refund, kewajiban travel untuk mengembalikan sejalandengan  imbauan pemerintah jangan sampai ada yang dirugikan,”ujar Wawan.

Wawan Ridwan Misbach mengaku, di Qiblat yang terdampak stop semantara umroh, sekira 1000 calon jemaah . Sebagian besar mereka menunggu dan bersabar mengikuti penjadwalan ulang.

“Kalau potongan tergantung kebijakan travel masing masing. Pemerintah terus mamantau perkembangan di Saudi dan perkembangan di tanah air. Kerugian pihak pengelola perjalanan , hanya dari sisi pengeluaran biaya operasional.  Untuk tenaga kerja Alhamdulillah tidak ada yang kita PHK, semoga wabah cepet berlalu dan segalanya kembali normal,”tutur Wawan berharap. (E-018) ***