Said : Utang Indonesia Lebih Dari Rp 12.240 Triliun Menggeser Pembayaran Utang Ke Generasi Mendatang

39

BISNIS BANDUNG – Mantan Sekretaris Kementerian BUMN Muhammad Said Didu mengungkapkan, posisi utang Indonesia pada akhir tahun 2020 mencapai Rp12.240,32 triliun . Lembaga internasional sudah tidak percaya lagi meminjamkan utang kepada Indonesia, Dengan kondisi utang yang terus membengkak , 50% lebih pendapatan negara dipakai untuk membayar utang.

Dikemukakan Said Didu , utang tersebut merupakan utang publik yang terdiri dari utang pemerintah, utang Bank Indonesia dan utang BUMN.

 “Utang naik , sementara PDB menurun. Peningkatan utang terjadi pada utang pemerintah dan utang BUMN,” ujar Muhammad Said Didu .

Dengan kondisi utang yang membengkak itu, 50 % lebih pendapatan negara dipakai untuk membayar utang.“Kemampuan membayar kita sangat rendah,” tutur Said Didu. Kondisi ini menurutnya, biasanya dialami oleh negara dengan tax rasionya rendah, biasanya negara yang korupsinya tinggi. “Hal itu terjadi kongkalikong antara pembayar pajak, penerima negara dan penguasa,” ungkap Said Didu yang dikutip dari kanal YouTube MSD, Senin lalu .

Tidak percaya lagi ?

Oleh karena itu,lanjut Said Didu,  lembaga internasional sudah tidak mau lagi memberikan pinjaman utang kepada Indonesia. Lembaga internasional sudah tidak percaya lagi meminjamkan

Said Didu menuturkan, saat ini utang publik  hampir mencapai Rp13.000 triliun dan tidak ada komponen utang yang menurun.

“Peningkatan utang pemerintah di 2014 sekitar Rp 2.600 triliun, sekarang sekitar Rp6.300 triliun. Itu peningkatannya hampir tiga kali lipat dalam waktu enam tahun,” ungkap Said Didu.

Soal utang yang membengkak tersebut, Said berpendapat, bahwa pemerintah saat ini menggunakan siasat mengundur waktu pembayaran utang menjadi jangka panjang. Sehingga, ada utang yang sekarang baru akan dibayar 50 tahun yang akan datang.

“Jadi  menggeser pembayaran utang ke generasi yang akan datang,” ujar Said Didu menegaskan. (B-003) ***

Baca Juga :   Larangan WNA ke Indonesia Pengaruhi Wisata Nasional