Sate Beracun Salah Sasaran, Targetnya Suami Siri Anggota Polisi Berpangkat Aiptu

10

BISNIS BANDUNG – Kasus sate beracun sianida yang dimakan anak pengemudi ojek masih hangat diperbincangkan publik. Diketahui,bocah berinisial NFB (10) meregang nyawa usai menyantap sate yang ditaburi kalium sianida (KNC), bocah berumur 10 tahun tersebut menjadi korban salah sasaran,  target sebenarnya adalah aparat kepolisian berpangkat Aiptu bernama Tomy.

Setelah bergulir beberapa hari,polisi berhasil mengungkap faktadari kasus tersebut. Tersangka NA alias Nani Aprilliani Nurjaman (25) dikabarkan telah menikah siri dengan target. Ketua RT 03 Padukuhan Cepokojajar, Kelurahan Sitimulyo, Kapanewon (Kecamatan) Piyungan, Bantul, Agus Riyanto (40) mengemekakan, NA dan Tomy sudah satu tahun tinggal bersama di wilayahnya. Di rumah itu NA dan Tomy mengaku berstatus telah menikah siri. Baik Tomy maupun NA memperkenalkan diri sebagai warga baru.

“Tinggal (di sini) sudah setahunan ini. Tinggal sama suami sirinya (Tomy),” kata Agus kepada wartawan, Selasa (4/5). Hal itu disampaikan pula oleh orangtua NA yang membenarkan dan menitipkan anak tercintanya. Pernikahan NA dengan Tomy sudah ada restu dari orangtua pihak perempuan.

“Dulu waktu pertama, Mbak NA dan Pak Tomy ke sini untuk laporan. Terus Mbak NA telepon orang tuanya terus orangtuanya telepon saya, buat nitipin anaknya tinggal di sini. Ibunya bilang udah nikah secara agama (antara NA dan Tomy),” tutur Agus. Saat NA dan Tomy hendak tinggal bersama tidak menunjukkan bukti foto nikah siri. Mereka menyerahkan bukti fotokopi KTP.

“Hanya menyerahkan fotokopi KTP. Dari situ baru tahu kalau (Tomy) polisi,” ungkap Agus.

Meski jarang terlihat di lingkungan tempat tinggal, namun NA maupun Tomy dikenal sebagai warga yang baik. Ketika pertama kali tinggal pun, keduanya tak segan mengundang warga sekitar untuk menghadiri pengajian syukuran rumah. Sebelumnya, Kapolresta Yogyakarta Kombes Pol Purwadi Wahyu Anggoro membenarkan bahwa target sate beracun adalah anggotanya. Menurutnya, kiriman tersebut ialah urusan pribadi anggotanya dengan tersangka dan tak ada kaitan dengan institusi Polri. “Betul (anggota Polresta Yogyakarta). Itu kan masalah pribadi. Kecuali terbukti ada yang terkait disiplin, kode etik atau pidana baru kita proses,” kata Purwadi saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp kepada wartawan, Senin (3/5). Jika benar Aiptu Tomy terbukti telah menikah siri dengan NA yang berujung pada kasus rencana pembunuhan melalui sate beracun, ia bisa terjerat hukuman disiplin anggota kepolisian RI. (B-003) ***

Baca Juga :   Tahun 2020 Satu Lagi Pabrikan Otomotif China Akan Masuk Ke Indonesia