Sebanyak 37 Pegawai KPK Ramai-ramai Mengundurkan Diri

18

BISNIS BANDUNG – Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Nawawi Pomolango mengungkapkan,sebanyak  37 pegawai KPK mengundurkan diri  sepanjang Januari-September 2020. Umumnya alasan pengunduran diri pegawai KPK tersebut karena ingin mencari tantangan baru di tempat lain atau alasan keluarga.

“Terhitung sejak Januari sampai awal September yang saya catat 29 Pegawai Tetap dan delapan orang Pegawai Tidak Tetap, pada umumnya alasan pengunduran dirinya , yaitu mencari tantangan kerja lain ataupun alasan keluarga,” kata Nawawi dalam keterangan tertulis, Jumat lalu.

Dari sebuah  sumber yang dilansir CNNIndonesia.com mengemukakan, banyak pegawai yang sudah tidak nyaman bekerja usai Undang-undang KPK direvisi dan pimpinan baru terpilih. Sumber ini juga mengaku akan mengundurkan diri pada Januari nanti.

“Totalnya saya enggak menghitung, tapi pastinya pada enggak nyaman. Karena KPK sekarang warnanya sudah sama kayak APH (Aparat Penegak Hukum) yang lain,” katanya sumber CNN Indonesia.com melalui pesan tertulis yang dikutip Bisnis Bandung.com , Jumat (2/10/20) .

Sebelumnya , Kepala Biro Humas KPK Febri Diansyah mengirimkan surat pengunduran diri. Ia mengungkapkan alasan mengundurkan diri karena kondisi politik dan hukum yang sudah berbeda di bawah UU KPK baru.

“Setelah menjalani situasi baru tersebut selama sekitar 11 bulan, saya memutuskan jalan ini, memilih untuk mengajukan pengunduran diri dari institusi yang sangat saya cintai, KPK,” kata Febri dalam surat pengajuan dirinya, baru-baru ini.

Pelaksana Tugas Juru Bicara Penindakan KPK Ali Fikri mengatakan, pihak Biro SDM sedang memproses surat pemberhentian atas permintaan dari Febri

Kantor hukum

Setelah tidak menjadi pegawai KPK, Febri Diansyah berencana membuat kantor hukum publik yang bergerak di bidang antikorupsi dan perlindungan konsumen .

“Rencana mau bikin kantor hukum publik. Intinya tetap kombinasi advokasi antikorupsi dan perlindungan konsumen dengan jasa hukum,” kata Febri kepada CNNIndonesia.com dalam pesan tertulis, Kamis pekan lalu.

KPK, bagi drinya, merupakan contoh sekaligus harapan bagi banyak pihak untuk dapat bekerja dengan baik. Menekankan nilai independensi lembaga yang menurutnya sebuah keniscayaan. Namun dengan kondisi yang terjadi saat ini, lanjut Febri , ia akan  membangun gerakan antikorupsi dari luar.

“Ruang gerak antikorupsi yang terbatas membuat saya memutuskan pilihan ini,” ungkapnya. Febri merupakan mantan Juru Bicara KPK sejak tahun 2016. Ia bekerja di KPK melalui program Indonesia Memanggil. (B-003) ***