Sekjen PHBI :Telah Jadi Tersangka Organisasi Advokat Tidak Menganggap Keanggotaan Anita

2080

BISNIS BANDUNG – Sekjen PBHI, Julius Ibrani  menyesalkan sejumlah organisasi advokat tidak menganggap keanggotaan Anita yang telah ditetapkan sebagai tersangka oleh Bareskrim Mabes Polri terkait pemulusan upaya pelarian Djoko Tjandra yang berbuntut pada pencopotan sejumlah aparat penegak hukum.

Organisasi advokat dinilai lepas tanggung jawab terkait sikap Anita Kolopaking yang memuluskan pelarian terpidana kasus hak tagih Bank Bali, Djoko Tjandra. “Anita Kolopaking merupakan anggota advokat, bagian dari mekanisme pengawasan di titik organisasi profesi . Seseorang bisa menjadi advokat itu butuh penyumpahan dari organisasi advokat. Jadi tanpa organisasi advokat maka tidak bisa ikut dilantik,” ujar Sekjen PBHI, Julius Ibrani dalam diskusi daring, Rabu (5/8).

Lebih lanjut, Julius mengatakan, seharusnya Anita diperiksa terlebih dulu oleh Dewan Pengawas organisasi advokat tempatnya bernaung. Namun, belakangan organisasi advokat malah bergeming melihat peristiwa yang menjerat Anita.

“Apakah kemudian ada pemeriksaan lebih detil, ada investigasi atau yang lain?” tandas Yulius.

Anita Dewi Anggraeni Kolopaking telah ditetapkan sebagai tersangka kasus surat jalan palsu yang diterbitkan Brigjen Pol Prasetijo Utomo untuk klien Anita, Djoko Tjandra. Anita yang  merupakan kuasa hukum Djoko Tjandra, disangkakan dengan Pasal 263 (2) dan Pasal 223 KUHP.

Penyidik telah menyita sejumlah barang bukti di antaranya surat jalan palsu dan surat pemeriksaan Covid-19 atas nama Djoko Tjandra. Anita menjadi tersangka menyusul eks Karo Korwas PPNS Bareskrim Polri Brigjen Pol Prasetijo Utomo yang sudah berstatus tersangka terlebih dulu terkait kasus yang sama. Jika Anita ditahan , kemungkinan , ia juga akan ditahan di Rutan  Bareskrim. Terpidana kasus hak tagih Bank Bali, Djoko Tjandra  dan Brigjen Pol Prasetijo Utomo  tersangka terkait dugaan pemalsuan surat jalan sudah lebih dulu  mendekam di rumah tahanan (Rutan) Salemba cabang Mabes Polri  “Di tempatkan di Rutan Bareskrim Polri untuk mempermudah pemeriksaan yang bersangkutan terkait kasus surat jalan palsu,  . Pada intinya  penempatan mereka di Rutan Bareskrim  untuk mempermudah mendekat ke penyidik,” kata Karopenmas Divisi Humas Polri, Brigjen Pol Awi Setiyono dalam keterangannya, Senin (3/8).

Polri menetapkan mantan Karo Korwas PPNS Bareskrim Polri Brigjen Pol Prasetijo Utomo sebagai tersangka dalam kasus penerbitan surat jalan dan bebas Covid-19 palsu untuk buronan kasus korupsi Djoko Tjandra. Terkait kasus ini ,Polri telah memeriksa sebanyak 21 saksi dan tengah mendalami  dugaan adanya aliran dana yang dikeluarkan Djoko Tjandra selama melakukan pelarian di Indonesia. (B-003) ***