Seorang Kakak Bunuh Adik Ipar

309

Pelaku pembunuhan dan pemerkosaan wanita yang ditemukan di semak-semak pekan lalu, berhasil diringkus tim reserse dan kriminal Polres Cianjur. Pelaku tak lain adik ipar korban.  Pelaku tega menghabisi korban karena sakit hati terhadap korban yang sering menagih   hutang dengan kata-kata kasar.

Pelaku pembunuhan dan pemerkosaan wanita yang ditemukan tewas di semak-semak pekan lalu, di kampung Cubuluh, desa Margasari, kecamatan Naringgul, kabupaten Cianjur, akhirnya terkuak.  tim reserse dan kriminal polres cianjur, kurang dari dua puluh empat jam, meringkus tersangka m, ditempat persembunyiannya di perumahan be-el-ka, Cianjur kota. Tersangka m, yang tak lain adik ipar korban nekat menghabisi korban karena sakit hati. Pelaku seringkali ditagih hutang sebesar enam ratus ribu rupiah oleh korban dengan kata-kata kasar. Dari sakit hati ini, tersangka   membuat rencana untuk menghabisi korban, dengan berpura-pura baik dan mengajak korban ke kebun untuk mengambil daun lalapan di hutan. namun di perjalanan, tepatnya di lokasi semak-semak, tersangka emosi, langsung memukul korban dengan batang pohon dibagian kepala belakang hingga korban tersungkur dan dicekik dibagian leher.

Setelah dipastikan korban tewas dan untuk menghilangkan jejak pembunuhan, tersangka menyeret jasad korban sejauh lima belas meter, dan menutupi jasad korban dengan daun pisang dan kulit kayu. Sedangkan uang dua puluh empat juta rupiah, milik korban yang akan dibayarkan untuk membeli rumah di Ciranjang, dibawa kabur  tersangka. Pelaku juga tidak mengakui memperkosa korban, namun polisi masih terus mendalami kasus ini karena saat korban ditemukan celana panjang dan celana dalam korban nyaris lepas. Kanit Jatanras polres Cianjur,Ipda Iwan, hingga saat ini pihaknya masih mendalami dugaan pembunuhan yang disertai dugaan pemerkosaan serta uang dua puluh empat juta rupiah milik  korban yang raib. Barang bukti yang disita , dua batang pohon dan telepon genggam milik tersangka.

Akibat perbuatannya, tersangka mendekam di sel tahanan dan dijerat  pasal berlapis, yaitu pasal 480, kitab-Undang-Undang Hukum Pidana, tentang pembunuhan berencana, dengan ancaman hukuman mati dan atau penjara seumur hidup.

 Heri Setiawan, Bandung TV.