Serangan Covid-19 Melandai Atau Ambil Ancang-ancang?

32

TANGGAL 28 April 2020, secara angka,  terjadi penurunan penderita Covid-19. Hal itu terjadfi di beberapa negara terpapar Covid-19. Di Prancis dan  Italia yang paling parah, terpapar covid-19,  mulai menentukan jadwal   pelonggaran  atas penutupan wilayahnya. Hal itu diprediksi terjadi pula di Indonesia. Disebutkan, di DKI Jakarta, penanganan kasus Covid-19 terlihat berhasil. Jumlah pasien positif mulai menurun. Secara umum, di Indonesia juga angka pasien yang sembuh seteklab ditangani,  memperlihatkan grafik naik. Sedangkan jumlah kematian menurun.

Kurva melandaui itu merupakan  kabar yang sangat menggembirakan. Di kalangan pelaku penanganan dampak Covid 19, penurunan angka ODP menjadi pendorong yang cukup besar terhadap tumbuhnua rasa optimisme. Namun  penyebaran virus corona itu tidak dapat diditeksi sejak dini. Naik turunnya penderita Covid-19 amat bergantung pada tindakan cepat dan terukur yang dilakukan pemerintah, khususnya jajaran penanggulangan Covid-19. Di sasmping pelayanan dan pengobatan, teknologi dan ketersediaan obat serta peralatan, pegang peranan sangat besar. Yang tidak kurang pentingnya, disiplin, baik tenaga medis, lembaga tanggap darurat, pencatat data, pemerintah pusat dan daerah, serta masyarakat pada umumnya.

Pelaksanaan PSBB, misalnya, masyarakat tidak boleh  keluar rumah, pemakaian masker, tidak boleh mudik, pada pelaksanaannya sangat sulit. Dengan berbagai alasan, terutrama berkaitan dengan kebutuhan ekonomi, banyak sekali orang yang secara santai keluar masuk kompleks, pertokoan, industri, pasar, dan sebagainya. Mereka harus pergi dari  rumahnya untuk mencari nafkah. Pemerintah melalui program tanggap daruratnya, menyediakan dan membagikan bantuan berupa sembako, makanan, bahkan uang. Belum lagi datang dari kelompok-kelompok masyarakat, pengusaha, perorangan, dan lain-lain. Namun akibat lemahnya data, penyampaian bentuan itu tidak lancar.  Masih banyak rakyat yang menurutnya layak dapat bantuan, sampai akhir April, tidak pernah menerimanya.

Tentu saja kita harus bersyukur dengan mulai menurunnya angka yang terpapar Covid-19. Namun kita masih belum tahu persis, kapan vitus corona itu akan benar-benar lenyap dari Bumi. Kewaspadaan masih harus terus dilakukan. Edukasi terhadap masyarajat tentang pentingnya kebersihan, kewaspadaan, dan patuh aturan, masih harus terus dilakukan. Pemerintah harus siap-siap menangani berbagai dampak dan sisa-sisa Covid-19. Upaya mengembalikan keasdaan dari kehancuran akibat perang melawan corona bukan pekeerjaan entang.

Pihak keamanan juga harus tetap siaga menghadapi  dampak buruk corona berupa penimgkatan tindak krimial. Munculnya kelompok-lepompok yang berniat memanfatkan situasi abnormal ini untuk kepentingan pribadi, golongan, dan kepentinganm politik. ***