Serapan Beras Oleh Bulog Turun 500 Ton/Hari

216

BISNIS BANDUNG – Kepala Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik-Bulog Divisi Regional Jawa Barat, Achmad Ma’mun mengatakan, pada musim kemarau tahun 2018 , ketersediaan beras di Gudang Bulog Divre Jabar aman hingga delapan bulan ke depan. Walau serapan hasil panen dari petani mengalami penyusutan, hingga 500 ton/hari.

Dikemukakan Achmad, meski telah memasuki musim kemarau, Bulog Divre Jabar, setiap harinya terus melakukan penyerapan gabah dari petani. Pasokan beras Bulog Divre Jabar, menurut Achmad , masih didominasi dari wilayah Pantai Utara (Pantura) Jawa Barat, yakni Indramyu, Cirebon, Karawang dan Ciamis. Diakui Achmad , wilayah Pantura, sejauh ini masih merupakan wilayah penghasil beras terbesar di Jawa Barat termasuk di Indonesia. ”Beras dari wilayah tersebut tidak ada gangguan pasokan, hanya mengalami penyusutan kuantitas produksi,  dampaknya serapan beras Bulog turun,”ujar Achmad. Sebelumnya serapan beras bisa mencapai 2.000 ton Gabah Kering Giling (GKG) per-hari, kini hanya 1500 ton GKG per-hari. Penurunan serapan/produksi beras  terjadi sejak dua pekan terakhir.“ Namun ketersediaan beras di Gudang Bulog terus bertambah,” ungkap Achmad kepada BB baru-baru ini, di Bandung.     Bahkan, jika pemerintah membutuhkan ketersediaan beras, Bulog siap menyuplai, termasuk kebutuhan operasi pasar untuk stabilitas harga.”Operasi Pasar sebelum Ramdhan hingga saat ini, terus berlangsung, sebab itu harga beras relatif stabil. Untuk menjaga stabilitas/ketersediaan beras di pasaran, selain Operasi Pasar Cadangan Beras Pemerintah (OPCBP) juga ada pantauan pasar oleh Tim Satgas Pangam yang terdiri atas Disperindag, Bulog, BI dan kepolisian. ”Harga dan ketersediaan beras tidak ada gangguan yang berarti,” pungkas Achmad menambahkan. (Dadan Firmansyah — E-018)***