Serikat Gabungan Pekerja Se Jawa Barat : “Data Sementara, 800 Buruh Di Jawa Barat Belum Mendapat THR”

6
penangguhan pembayaran THR
Bisnis Bandung,(BB) — Sekretaris Gabungan Serikat Pekerja/Serikat Buruh se – Jawa Barat, Iyan Sopyan mengemukakan,  berdasarkan Info dari Disnakertrans Jabar, setidaknya ada 13 perusahaan yang melakukan penangguhan pembayaran THR tahun 2021 ini, tetapi pekerja yang melaporkan langsung secara pribadi ada 3 perusahaan. “Ada yang sampai sekarang sama sekali belum bayar, ada yang pembayarannya pada saat masuk kerja setelah libur lebaran (sebagian/dicicil) dan ada yang sebelum libur lebaran 50% sisanya dibayarkan  4x cicilan setiap bulan 12,5%”, paparnya kepada Bisnis Bandung (BB),  di Bandung
Alasan perusahaan menunggak THR adalah karena dampak covid-19, tapi semuanya tidak menunjukan data keuangan yang telah diaudit oleh akuntan publik, hendak menunggak THR tidak dibicarakan dulu dengan serikat yang ada, adapun akhirnya terjadi perundingan karena protes yang disampaikan oleh serikat dan para pekerja.
Berdasarkan laporan, mereka yang melakukan tunggakan THR tahun 2021 ini yakni perusahaan yang bergerak disektor garment dan kecantikan. Perusahaan yang melakukan tunggakan THR berinisial PT MJA di kota Bandung, PT. TPG di Kabupaten Tasikmalaya (sebelumnya menunggak THR juga (2020) tapi sudah dibayarkan) dan PT. CA tbk di kabupaten Subang. Perusahaan tersebut produknya untuk pasar impor dan lokal. Dari 3 perusahaan ada sekitar 800 orang pekerja, dampaknya pekerja tidak dapat memenuhi kebutuhan pada saat lebaran, tidak dapat bayar hutang, tidak dapat berbagi kepada orang tua dan atau keluarganya dan bahkan ada yang kontrakannya tidak kebayar.
Menurut laporan, 2 perusahaan sudah didatangi dinas dan ada kesepakatan pembayaran dicicil sampai 4 bulan setelah lebaran. Perusahaan yang melakukan tunggakan/penangguhan tidak diberi sanksi atau hukuman dari yang berwenang dan tidak ada denda. Sebenarnya sudah ada beberapa stimulus dari pemerintah kepada perusahaan dalam rangka meringankan dampak covid-19 tapi perusahaannya memang bandel. Perusahaan yang melakukan penangguhan THR tersebut tidk ada indikasi gulung tikar karena sebenarnya produksi sedang berjalan normal.
Iyan Sopyan juga memprediksi di lebaran tahun 2021 ini, sangat mungkin banyak perusahaan yang menunggak THR karena peluang tersebut diberikan oleh pemerintah melalui Surat Edaran Menakertrans dan ada kesepakatan di LKS tripartit nasional. “Perusahaan harus benar-benar terbuka kalau memang kesulitan dan pemerintah jangan memberikan peluang yang dapat dimanfaatkan oleh pengusaha nakal, bicara dampak covid-19 harusnya pemerintah memperhatikan juga terhadap kelangsungan ekonomi tenaga kerja jangan hanya memperhatikan perusahaan itupun ga jelas perhatiannya”, pungkasnya kepada BB. (E-018)***

Baca Juga :   Ketua KPK Diduga Terima Gratifikasi Wana : Ada Konflik Kepentingan