Setelah Dilanda Sentimen Corona Pasar Kendaraan Komersial Berharap Raih Tren Positif

93

Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO) optimistis, pasar kendaraan komersial dapat meraih capaian positif pada tahun 2020 ini. Dikemukakan Ketua Umum GAIKINDO Yohannes Nangoi ,  tahun ini mobil niaga (bus dan truk) seharusnya bisa meraih catatan positif lantaran faktor-faktor penghambat pertumbuhan sudah tak ada lagi pada tahun ini.

Dikatakan,  pada tahun 2019 industri otomotif secara keseluruhan melambat lantaran adanya tensi politik yang cukup tinggi. Pada 2019 Indonesia menghadapi pemilihan umum (Pemilu) dan pemilihan legislatif  (Pileg) serentak.

Ekonomi Indonesia pada 2019 melambat. Berdasar data Badan Pusat Statistik (BPS) ekonomi Indonesia hanya tumbuh 5,02 % sepanjang 2019. Realisasi tersebut cukup jauh di bawah pencapaian pada 2018 yang tercatat sebesar 5,17 %. “Tahun ini harusnya tensi politik sudah selesai, kemudian perang dagang sudah mereda harusnya bisa positif,” kata Nangoi, dalam pameran GAIKINDO Indonesia International Commercial Vehicles Expo (GIICOMVEC) di Jakarta, Minggu  (8/3/20).

Yohannes memprediksi pasar kendaraan komersial bisa tumbuh sekitar 10 % pada tahun ini. Hanya saja untuk mencapai target tersebut sektor ini harus menghadapi tantangan di awal tahun, yakni wabah virus corona (Covid-19). Menurutnya dampak Covid-19 cukup mengganggu sejumlah sektor yang berkaitan langsung dengan kendaraan niaga, antara lain sektor pariwisata. Menurutnya , bisnis pariwisata yang melambat berdampak pada menurunnya kendaraan niaga seperti bus dan minibus.

GIICOMVEC  diharapkan bisa membawa pasar otomotif bounce back tahun ini setelah sempat lesu pada tahun lalu. Pada 2019 yang diwarnai suasana politik, berimbas pada lesunya pergerakan pasar otomotif hampir di semua lini.

Sementara itu, Menteri Perindustrian RI, Agus Gumiwang juga menyampaikan harapannya untuk industri otomotif agar bisa kembali tumbuh. Untuk 2020, Agus berharap bisa tercapai pertumbuhan sebesar 6 % dibanding tahun lalu. GAIKINDO mencatat wholesales sebanyak 1,05 juta unit selama 2019.

Potensi kendaraan komersial cukup menjanjikan. “Produksi kendaraan jenis bus, truk dan pikap pada tahun 2019 mencapai 241.000 unit. Sedangkan, untuk penjualan jenis kendaraan tersebut di pasar domestik sepanjang tahun lalu mencapai 232 .000 unit,” ungkapnya. Sementara itu, merujuk data Gaikindo, ekspor mobil pikap pada 2019 tercatat 9.187 unit, meningkat 15% dibandingkan dengan di tahun sebelumnya yang hanya 7.957 unit.

Menperin Agus Gumiwang meyakini industri otomotif memiliki potensi yang besar untuk berkontribusi menekan defisit neraca perdagangan melalui peningkatan ekspor. Sepanjang tahun 2019, pengapalan kendaraan bermotor roda empat atau lebih menujukkan tren posistif.

Hal tersebut terlihat dari jumlah ekspor kendaraan Completely Build Up (CBU) yang tercatat 332.000 unit atau naik 25,5% dari tahun sebelumnya. Selain itu, ekspor kendaraan Completely Knock Down (CKD) sebanyak 511.000 set atau naik 523,5% dibanding tahun 2018.

Salah satu sektor yang diharapkan bisa digenjot adalah aktivitas ekspor dan industri komponen lokal. Untuk ekspor, pemerintah masih tetap berpegang pada misi mencapai angka 1 juta unit. Sementara komponen lokal saat ini masih berada di level yang terbilang kecil, bila dibandingkan negara tetangga seperti Thailand. (E-002)***