SISI GELAP ARDHITO TERBONGKAR DI PENGADILAN MUSIK VIRTUAL

24

BISNIS BANDUNG– Meski sempat bekerja di perusahaan milik ayahnya yang bergerak di bidang Aircraft Maintenance, namun hasratnya sejak belia yang kuat dan kecintaannya pada musik jazz serta penggemar lagu tahun40an, akhirnya Ardhito memutuskan untuk terjun sebagai full time musician.

Kemunculan pertamanya adalah ketika dia tampil di Youtube membawakan lagu dari Ella Fitzgerald’s berjudul ‘What are you doing new year’s eve?. Dilanjut dengan karya lainnya yang bertitel ’The Bitterlove’, ”What Do You Feel About Me” ketika masih kuliah di jurusan Perfilman JMC Academy, Australia.

Alhasil bukti dari keseriusan dan konsistensi Ardhito dibidang musik berbuah manis dengan masuk sebagai nominasi pada ajang Anugerah Musik Indonesia sebagai Artis Solo Pop Terbaik, Artis Jazz Vokal Terbaik dan Karya Produksi Folk/Country/Balada Terbaik ditahun 2019. Selain itu ada karya lain dari Ardhito yang ikut mewamai khazanah perfilman Indonesia dengan melepas single yang menjadi soundtrack untuk film seperti ’Susah Sinyal’ dan ’Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini’, berkat hal tersebut Ardhito juga menuai prestasi sebagai Pemeran Pendatang Baru Terfavorit di ajang Indonesia Movie Actors Awards.

Di  tahun 2020 Ardhito Pramono melepas EP terbaru, ’Craziest Thing Happened in My Backyard’, yang memuat sisi personal dan gelap, sehingga mini albumnya bisa ditafsirkan sebagai halaman belakang tempat menyimpan berbagai kenangan baik, buruk, rahasia, dan perspektif Ardhito Pramono. Kemudian menghasilkan beberapa Iagu ’Trash Talkin’, ’Plaza Avenue’, ’Happy’ dan banyak lagi lainnya.

Dari proyek  terbarunya ini, Ardhito Pramono terseret menjadi terdakwa di DCDC Pengadilan musik yang digelar secara virtual melalui Social media DCDC TV pada Jum’at 9 Oktober 2020  di kawasan Studio Lima Jalan Jakarta Kota Bandung, dengan formasi perangkat persidangan tetap sama yaitu Budi Dalton dan Pidi Baiq sebagai Jaksa Penuntut, kursi Pembela masih ditempati Oleh Yoga (PHB) dan Ruly Cikapundung.

Pengadilannya tetap dipimpin oleh seorang Hakim yaitu Man (Jasad) dan jalannya persidangan pun diatur oleh Eddi Brokoli sebagai Panitera, serta ada tambahan gimmick-gimick lucu dari sekretaris  dan ajudannya jaksa penuntut di tengah-tengah persidangan berlangsung.

Agus Danny Hartono selaku Marketing Brand Communication/DCDC menyebutkan bahwa, secara regular sebelumnya DCDC pengadilan music diadakan setiap bulannya, dan dikarenakan dengan adanya pandemic ini kita sempat break skitar 8 bulan guna memikirkan strategi untuk mengubah event yang tadinya mengundang banyak orang.

Kali ini DCDC Pengadilan Musik hadir dengan tampilan virtual sehingga tidak terbuka untuk umum, jadi hanya undangan tertentu dan pastinya selalu menetapkan SOP Protokol Kesehatan, serta sekalian dari hasil persidangan music virtual Ardhito ini kita akan langsung evaluasi, apabila hasilnya memuaskan bulan depan, maka  program seperti ini akan digelar lagi.

Agus pun menambahkan, “Ardhito sendiri sebenarnya sudah kita jadwalkan pada tahun 2019, ketika kita belum mengetahui adanya pandemic ini, jadi sistemnya Ardhito masuk kedaftar waiting list sementara artis-artis musisi yang lain sudah banyak yang ngantri dan mudah-mudahan hasil evaluasi persidangan ini memuaskan sehingga bulan November 2020 kita akan hadirkan talent selanjutnya”.

Sementara itu, DCDC pun berencana memiliki special event di akhir tahun, tapi kita lihat saja dulu perkembangan aturan dari pemerintah kedepan. (E- 009)***