Siti Muntamah: Berharap Komitmen Perorangan Untuk Tidak Melakukan BAB Sembarangan

1

BISNIS BANDUNG – Ketua FBS, Siti Muntamah mengungkapkan, dari hasil rechecking, melihat sumber pembiayaan PIPPK, Sanimas, Saluran Air Kotor PDAM dan inovasi kewilayahan, terdapat 24 kelurahan yang berpotensi ODF pada akhir April 2021. Namun juga terdapat 50 kelurahan lainnya yang perlu dicarikan solusi agar pelaksanaan percepatan ODF.

24 kelurahan di Kota Bandung berpotensi yang Open Defecation Free (ODF) pada April 2021 terungkap setelah tim Satuan Tugas Percepatan ODF Kota Bandung meninjau ke lapangan pada 23-28 Maret 2021 lalu.

Berdasar hasil tersebut, tim bersama Forum Bandung Sehat (FBS) dan tim lintas OPD (Organisasi Perangkat Daerah) Kota Bandung, Selasa (30/3 21)  mendiskusikan . “Melalui komitmen bersama dari tingkat rumah tangga, RT, RW, kelurahan, hingga kecamatan, serta dukungan dari para OPD di Kota Bandung, tidak mustahil untuk diwujudkan,” tutur Siti Muntamah.

Sedangkan kelurahan yang tidak masuk dalam 74 prioritas,lanjut Siti , akan  didorong agar bisa ODF melalui dukungan berbagai anggaran terutama anggaran PIPPK dan Bantuan Kelurahan (DAU).

Menurut Siti , permasalahan utama yang dihadapi Kota Bandung dalam mewujudkan ODF tahun 2021 memang cukup komplek. Terutama terkait dengan ketersediaan lahan yang minim dan akses jalan yang sempit. Selain, kontur yang berbukit, terutama bagi masyarakat yang berada di bantaran sungai. “Hal inilah menyebabkan sulitnya membangun septictank komunal atau menyambungkan ke saluran yang sudah ada. Namun, Kota Bandung tetap optimis dengan kolaborasi semua stakeholder dan gotong rotong berkomitmen untuk mewujudkan Kota Bandung ODF tahun 2021,” tuturnya.

“Kita bersyukur, Kota Bandung sudah memiliki saluran air limbah terpusat (off site system) PDAM sehingga masyarakat yang masih OD dan dilalui oleh saluran air limbah PDAM, maka tinggal menyambungkan saja atas dasar supervisi dari staf PDAM Tirtawening,” ungkapnya.

Baca Juga :   Gojek Dapat Suntikan Dana dari Mitsubishi

Siti Muntamah berharap, komitmen perorangan untuk tidak melakukan BAB sembarangan. BAB sembarangan bukan berarti tidak punya jamban di rumahnya. Namun saluran akhir dari jamban tersebut yang masih belum ke saluran air limbah/septictank melainkan masih dibuang ke selokan atau sungai-sungai di sekitar rumahnya. (B-003) ***