Slamet : Sukmawati Harus Belajar Ideologi PKI Adalah Komunis

404

BISNIS BANDUNG – Ketua Umum PA 212 Slamet Maarif meminta agar Putri Proklamator Indonesia, Sukmawati Soekarnoputri belajar terlebih dulu sebelum melontarkan pernyataan PKI memiliki ideologi Pancasila. Slamet menegaskan bahwa ideologi PKI adalah komunisme.

Slamet menegaskan hal itu, merespon pernyataan kontroversial Sukmawati yang menyebut PKI menganut ideologi Pancasila dalam program acara ILC TV One.

“Bukan Pancasila. Ngawur dia. PKI itu ideologinya komunisme suruh banyak belajar sama baca tuh Busuk (Bu Sukmawati),” kata Slamet kepada CNNIndonesia.com, Rabu (30/9).

Sementara Wakil Sekretaris Jendral PA 212, Novel Bamukmin meminta Sukmawati bisa membuktikan secara konkret bila PKI memiliki ideologi Pancasila. Sebab, ia menilai PKI tak memiliki ideologi Pancasila.

“Sukmawati harus bisa buktikan bahwa ideologinya PKI itu Pancasila,” kata Novel kepada CNNIndonesia.com, Rabu (30/9) yang dikutip Bisnis Bandung .com.

Ucapan Sukmawati tersebut sebagai bukti bahwa PKI masih ada dan hidup sampai saat ini. Sebab, lanjut Novel, PKI sudah diterima sejak zaman Presiden pertama RI, Sukarno karena bergabung dalam jargon Nasionalis, Agama dan Komunis (Nasakom).

“Dari dulu PKI selalu ingin unsur Ketuhanan Yang Maha Esa dalam Pancasila dipangkas atau dilumpuhkan,” kata dia.

Novel menilai saat ini ada upaya pelemahan terhadap sila Ketuhanan Yang Maha Esa dalam Pancasila oleh pihak tak bertanggung jawab. Salah satunya, lanjut dia, dilakukan oleh Sukmawati sendiri yang dinilainya kerap menista ajaran agama Islam.

Novel menyinggung kasus penistaan agama yang dilakukan Sukmawati tak pernah ditindaklanjuti oleh kepolisian. Sukmawati pernah dilaporkan ke polisi dalam sejumlah kasus yang berkaitan dengan penistaan agama.

Di antaranya kasus penodaan agama terkait pernyataannya yang membandingkan Nabi Muhammad SAW dengan Presiden pertama RI Sukarno. Selain itu Sukmawati juga pernah dilaporkan dalam sejumlah kasus. Yakni, puisi berjudul ‘Ibu Indonesia’ di mana penggalan bait puisinya itu menyinggung kidung dan azan.

” Pancasila rasa komunisme pun terealisasi saat ini oleh Ketua BPIP yang mengatakan agama adalah musuh besar Pancasila,” ungkap Novel. (B-003) ***