Sosok Kapolri Sangat Strategis Institusi Polri Menjadi Harapan Rakyat Indonesia

3338

BISNIS BANDUNG – Masa jabatan Kapolri Idham Azis bakal segera berakhir. Jenderal yang lahir di Kendari, Sulawesi Tenggara pada 1963, bakal pensiun pada Februari 2021. Sejumlah nama yang bakal mengganti posisi Idham Azis sudah beredar. Indonesia Police Watch (IPW) menyebut Kapolri mendatang ak‎an dipilih Presiden Joko Widodo (Jokowi) dari bintang dua.

Menanggapi hal tersebut, Anggota Komisi III DPR, Didik Mukrianto berharap, sosok Kapolri ke depan menjadi sangat strategis untuk memastikan Institusi Polri mewujudkan segenap harapan rakyat Indonesia. Tantangan yang  dihadapi kepolisian saat ini adalah masih kurang maksimalnya kepercayaan publik terhadap Institusi Polri. Selain Polri harus terus melakukan pengawasan kedalam yang cukup intens.

“Karena tugas dan tanggung jawab kepolisian yang sangat berat dalam memelihara keamanan dan ketertiban, menyayomi dan melayani masyarakat, termasuk menegakkan hukum,” ujar Didik , Selasa (4/8).

Dikemukakan Didik ,Meningkatkan kinerja dan penguatan kelembagaan serta profesionalisme para anggotanya dalam menjawab tantangan perubahan yang sedemikian cepat, Polri harus terus mereformasi diri menjadi lebih baik.

Sebab itu, Kapolri ke depan minimal mempunyai kriteria sebagai berikut. Pertama, Kapolri harus sosok yang memiliki integritas dan rekam jejak yang baik.

“Termasuk kapasitas, kapabilitas dan kompetensi yang baik, serta menjunjung tinggi prinsip-prinsip demokrasi sipil di negara hukum yang demokratis seperti Indonesia,” ungkap Didik.

Kedua, lanjutnya, Kapolri ke depan harus mempunyai komitmen yang utuh dalam melakukan reformasi secara berkelanjutan di Institusi Polri, termasuk melakukan penguatan kelembagaan dan kinerja serta pelayanan kepada Masyarakat.

“Memastikan posisi Polri sebagai sahabat masyarakat menjadi mutlak, agar kepercayaan publik terhadap Polri bisa terbangun dengan baik,” tuturnya.

Ketiga, calon Kapolri ke depan harus mampu memperkuat kerja sama dan sinergi lintas sektoral antar lembaga, utamanya dengan Tentara Nasional Indonesia (TNI), Badan Intelijen Negara (BIN) dalam konteks memitigasi dan merespons ancaman, tantangan, hambatan dan gangguan,  baik dari dalam maupun luar negeri.

‎Keempat, Kapolri yang baru mesti merepresentasikan sosok yang visioner, cakap dan kuat dalam mengemban tugas dan tanggung jawab kepolisian, baik memelihara keamanan, ketertiban, menjadi pengayom, pelayan masyarakat, utamanya dalam penegakan hukum.

“Memegang teguh keadilan dan penegakan hukum yang manusiawi, persuasif dan humanis harus menjadi komitmen Kapolri ke depan,” ungkap Didik.

Kelima, Kapolri ke depan harus  memiliki akseptabilitas yang kuat dari internal kepolisian. Itu penting supaya manajemen institusi bisa berjalan dengan baik. Kemudian yang Keenam, dalam konteks politik dan demokrasi, Kapolri ke depan harus mampu memposisikan Polisi sebagai Kepolisian Negara Republik Indonesia.

“Kapolri harus memastikan netralitas kelembagaannya dalam kompetisi-kompetisi politik dan menjaga prinsip-prinsip negara hukum yang demokratis,” pungkas Didik.

Saat ini ada  delapan nama yang disebut-sebut  calon kuat menggantikan Idham Azis.

  1. Kabaharkam Komjen Agus Andrianto yang dijagokan alumni Akpol 98 dan dekat dengan keluarga besan Presiden Jokowi.
  2. Kabaintelkam Komjen Rycko yang dijagokan sebagian Akpol 88 karena Adimakayasa dan pernah menjadi ajudan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).
  3. Kepala BNPT Komjen Boy Rafli Amar yang dijagokan sebagian Akpol 88 karena sangat populer saat menjadi Kepala Divisi Humas Polri dan dianggap sebagai kuda hitam.
  4. Kabareskrim Komjen Listyo Sigit yang merupakan lulusan Akpol 1991 dijagokan karena sangat dekat dengan Jokowi dan kerap disebut sebagai geng Solo.
  5. Kapolda Metro Jaya Irjen Nana Sudjana, lulusan Akpol  lulusan Akpol 1988 dijagokan karena sangat dekat dengan Jokowi dan kerap disebut sebagai geng Solo.
  6. Kapolda Jawa Tengah Irjen Ahmad Lufthi yang dijagokan karena sangat dekat dengan Jokowi dan kerap disebut sebagai geng Solo. Ahmad Luthfi adalah  lulusan Sepamilsuk Polri 1989.
  7. Kapolda Jawa Timur Irjen Fadil Imran dijagokan Akpol 91 karena sangat dekat dengan Kapolri Idham Azis.
  8. Komjen Gatot Eddy Pramono yang merupakan lulusan Akpol 1988 juga dijagokan karena jabatannya sebagai Wakapolri. (B-003) ***