Studi Ungkap Sebab Anak Lebih Senang Belajar?

16

TAK perlu panik atau bahkan stres memandu anak belajar di rumah selama pandemi virus corona (SARS-CoV-2). Anda bisa memanfaatkan buku cerita untuk membantu anak belajar di rumah.

Studi terbaru menunjukkan anak lebih senang belajar dari buku cerita. Penelitian yang dipublikasikan di jurnal Frontiers in Psychology menunjukkan bahwa anak-anak lebih suka buku cerita untuk menjelaskan ilmu mengenai dunia di sekitar mereka.

Buku cerita itu akan merangsang rasa ingin tahu anak mengenai pelajaran. Rasa ingin tahu akan menumbuhkan keinginan dan motivasi anak untuk belajar lebih giat.

“Jika mereka lebih tertarik atau bersemangat membaca, mereka akan meminta orang tua untuk membaca lebih banyak bersama mereka,” kata peneliti dari Vanderbilt University, Margaret Shavlik, dikutip dari berbagai sumber.

Shavlik menjelaskan anak-anak senang mengetahui buku cerita yang berisi hubungan sebab akibat. Anak-anak bakal mencari tahu lebih banyak mengenai cerita tersebut. Hal ini terjadi karena rasa ingin tahu dapat merangsang otak melepaskan dopamin, hormon yang memicu rasa senang.

Hormon inilah yang akan membuat anak-anak bertahan saat belajar karena dipenuhi rasa ingin tahu.

“Ada semacam hubungan bahwa ketika anak-anak mencari penjelasan dan ketika mereka akhirnya memahami penjelasannya, mereka merasa ada rantai antara penguasaan atas beberapa bagian dunia,” kata profesor pediatri Dipesh Navsaria.

Orang tua dapat memanfaatkan buku cerita dan konsep penjelasan sebab akibat untuk membuat anak betah belajar selama pandemi Covid-19.

Peneliti menjelaskan hubungan sebab akibat berarti menguraikan mengenai mengapa sebuah peristiwa terjadi dan bagaimana sesuatu dapat bekerja. Oleh karena itu, peneliti menyarankan agar orang tua dapat berdialog dengan anak setelah mereka membaca buku untuk menjelaskan dan memenuhi rasa ingin tahu anak.

“Karena anak-anak membutuhkan seseorang untuk membantu mereka memahami apa yang mereka lihat, apakah itu di layar atau apa yang mereka jalani atau apakah itu sebuah buku,” kata Navsaria. (C-003/ptj)***