Suara Dentuman Masih Misterius

27

BISNIS BANDUNG – Suara dentuman terdengar di atas langit Bandung dan sekitarnya, Kamis (21/5/2020). Tidak jelas apakah suara dentuman dari perut bumi atau di atas langit. Suara  aneh itu terdengar beberapa kali  mulai  pukul 8 pagi.

“Jam 8 tadi masih tiduran terus tiba-tiba seperti ada suara mendentum gitu. Saya pastiin apa dan pas keluar luar rumah, itu suara dentumam dari langit,” tutur Dio Gindara, warga Komplek Nata Endah Kecamatan Margahayu Kab. Bandung.

Warga Desa Bojongkunci, Kecamatan Pameungpeuk Kabupaten Bandung ini mengatakan dirinya mendengar suara dentumam dari lagi hingga enam kali.

“Saya saya dengar sih ada mungkin lima hingga enam kali,” kata dia.

Warga lainnya Hendi mengaku mendengar lima kali suara dentuman.  Warga Buah Batu,  Dini mengaku mendengar 12 kali suara dentuman. Suara tersebut mirip seperti suara pintu yang ditutup secara perlahan-lahan.

Banyak pula netizen melaporkan mendengar dentuman misterius kali ini di Kota Bandung. Warga Katapang mengaku mendengar 12 kali suara dentuman.  Laporan lainnya juga banyak datang dari Pasir Koja, Arcamanaik, Cimahi, hingga Babaka Ciparay (Bacip) di Bandung selatan.

Namun, hingga kini tak ada yang mengetahui secara pasti muasal dari dentuman tersebut.  Suara itu masih misterius,  masyarakat  mengharapkan para ahli menjelaskannya, supaya tidak ada spekulasi.

Walau BMKG maupun PVMBG menyatakan  tak ada kejadian alam ekstrem di sekitar Bandung pada saat terjadi dentuman tersebut.

Kepala BMKG Bandung, Tony Agus Wijaya, mengaku belum memiliki penjelasan ilmiah tentang dentuman misterius di Kamis pagi itu. Menurutnya, tak ada gejala alam menonjol di Bandung sewaktu terjadinya dentuman.

Kondisi cuaca Bandung sejak pagi hingga pukul 10.00 cerah dan berawan, tidak terjadi hujan. Selain itu, tidak ada kejadian petir dalam rentang waktu pukul 08.00 hingga 10.00 WIB.

Sementara itu, Kepala Bidang Mitigasi Pusat Vulkanologi (BVMBG) Wilayah Timur, Devy Kamil Syahbana, mengatakan tak ada suara dentuman yang terekam oleh alat infrasound sensors (sensor Infrasonik) –alat untuk mendeteksi dan merekam suara– milik PVMBG yang terpasang di Jalan Diponegoro, Bandung.

Devy menduga-duga, ada kemungkinan energi yang dihasilkan dari dentuman sangat kecil, dan berpusat di wilayah tertentu yang jauh dari alat pemantau milik PVMBG. Kemungkinan lainnya, frekuensi dentuman itu terlalu tinggi, sehingga tak tertangkap oleh alat PVMBG yang didesain menangkap sinyal dengan frekuensi di bawah 50 Hz. (B-002)***