Sugito: HRS Diborgol Sudah Sangat Berlebihan  Sikapnya Biasa Saja Saat Diborgol Dan Dipakaikan Baju Oranye

3043

BISNIS BANDUNG – Ekpresi Habib Rizieq Shihab usai menjalani masa akhir pemeriksaan di Polda Metro Jaya dan tangannya diborgol serta memakai rompi oranye seorang tahanan polisi, sikapnya biasa-biasa saja.

Hal itu diungkapkan pengacara FPI yang mendampingininya, yakni Sugito Atmo Prawiro. Menurutnya, Habib Rizieq tahu dan biasa saja sikapnya ketika hendak dipakaikan borgol dan baju oranye oleh petugas kepolisian.

”Habib Rizieq bersikap tenang saja. Kala itu dia malah bicara pendek begini kepada kami selaku pengacaranya. “Sudahlah tenang saja. Kalau ini ketetapan hukum, maka borgol dan rompi pasangkanlah,” kata Sugito menirukan ucapan Habib Rizieq.

Menurutnya, pemakaian borgol dan rompi oranye itu terjadi sekitar Ahad (13/12) dinihari WIB. Waktu itu juga bersamaan dengan masa akhir pemeriksaan Habib Rizieq yang berlangsung sekitar 11 jam.

”Menariknya meski paham akan ditangkap, diborgol, dipakaikan rompi tahanan warga oranye, hingga akan ditahan, Habib Rizieq sebenarnya melakukan perlawanan melalui tindakan dengan diam atau bukan verbal. Ini dilakukan dengan tindakannya yang tidak bersedia menandatangani semua dokumen yang terkait dengan pemeriksaan dan penahanan terhadap dirinya,” ungkap Sugito.

Semua dokumen dari pihak kepolisian yang disodorkan kepadanya mulai dari surat pengkapan hingga surat penahanan tersebut, hanya ditandatangani oleh petugas kepolisian yang memeriksanya. ”Tindakan non verbalnya itu menjadi penanda bagi sikap Habib Rizieq  yang tetap menganggap segala perlakuan kepadanya itu sudah sangat berlebihan,” ujar Sugito.  Hal menarik lainnya , saat Habib Rizieq  berjalan ke mobil tahanan malah mengacungkan tangannya yang telah diborgol dan tak terlihat risi memakai rompi tahanan berwarna oranye? Ketika menjawab soal tersebut, Sugito mengatakan, justru terlihat Habib Rizieq ingin memperlihatkan dirinya bila dia kini sudah diborgol, memakai rompi tahanan dan akan segera ditahan. Habib Rizieq  terang-terangan menunjukannya ke publik,  di depan kerumunan para jurnalis, pendukung atau pengantarnya dalam pemeriksaan dan aparat polisi sembari masuk ke mobil tahanan,” ucap Sugito Atmo Prawiro. Baginya itu adalah risiko perjuangan. Menurut Sugito, apa yang terjadi langsung di depan matanya itu menandakan adanya suatu yang khas dalam penegakan hukum Indonesia yang baru. Hal itu adalah soal-soal politik dan hak asasi dalam demokrasi dibawa atau menjadi ke ranah hukum pidana. (B-003) ***

Baca Juga :   Ombudsman  : Prosedur Pemberian Bantuan Tidak Jelas Terdaftar  Tapi Tidak Terima Bantuan