Suhaimi :  Jangan Tebang Pilih Pelanggaran Protokol Covid 19 Tidak Hanya Di Jakarta

31

BISNIS BANDUNG – Wakil Ketua DPRD DKI dari Fraksi PKS, Abdurrahman Suhaimi meminta polisi tidak tebang pilih dalam memeriksa pihak-pihak yang berkaitan dengan kerumunan di sejumlah wilayah saat kedatangan pemimpin Front Pembela Islam Rizieq Shihab .

“Mestinya semua diklarifikasi. Pelanggaran protokol Covid-19 tidak hanya terjadi di Jakarta,” kata Suhaimi, Selasa, 17 November 2020.

Kerumunan juga terjadi di Bogor, Jawa Barat dan Tangerang, Banten. “Bagaimana klarifikasi di sana?” Gubernur DKI Anies Baswedan diperiksa Bareskrim Polri sehubungan dengan terjadinya kerumunan orang saat akad nikah anak Rizieq sekaligus Maulid Nabi di Markas FPI pada Sabtu, 14 November lalu.

Dikemukakan Suhaimi  ,mestinya semua pihak dipanggil agar tidak meninggalkan kesan melanggar larangan membentuk kerumunan orang selama pembatasan sosial berskala besar atau PSBB Transisi hanya terjadi di Jakarta. Menurutnya, Anies telah melakukan langkah persuasif dalam menghadapi potensi kerumunan orang saat kegiatan yang dihadiri Rizieq.

Pemerintah maupun petugas keamanan sulit bertindak keras langsung membubarkan massa yang berkerumun saat menghadiri kegiatan yang mendatangkan Rizieq. Karena banyak orang sangat menunggu kehadiran pemimpin FPI itu. Pemerintah maupun petugas keamanan sulit bertindak keras langsung membubarkan massa yang berkerumun saat menghadiri kegiatan yang mendatangkan Rizieq. Sebabnya, sebagian orang sangat menunggu kehadiran pemimpin FPI itu.

“Kalau represif, cara yang dilakukan justru merugikan semuanya.” pemerintah dan polisi sebenarnya melihat dan mempelajari psikologi massa saat itu,” ujar Suhaimi

Memenuhi panggilan

Sementara itu Anies Baswedan memenuhi panggilan penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya terkait kerumunan massa Rizieq Shihab.

“Saya menerima undangan klarifikasi tertanggal 15 November 2020 yang saya terima kemarin, 16 November pukul 14.00,” ujar Anies Baswedan di Polda Metro Jaya, Selasa, 17 November 2020.

Ia enggan memberikan keterangan lebih lanjut mengenai permintaan klarifikasi dari Polda. Ia langsung menuju ke dalam Gedung Ditreskrimum setelah bertemu wartawan. “Hari ini saya datang sebagai warga negara untuk memenuhi undangan dari Polda,” ujar Anies . (B-003) ***