Sumber Mata Air PDAM Tirtawening Memasuki Masa Krisis.

200

BISNIS BANDUNG – Direktur Utama PDAM Tirtawening Kota Bandung, H. Sonny Salimi. S.ST., M.T mengaku, berdasarkan hasil pengamatan dilapangan, dua sumber air baku milik PDAM Tirtawening Kota Bandung sudah mengalami penurunan level air. Sumber air di Situ Cipanunjang level air normal 14.46,50 centimeter, level kritis 14.38,00 centimeter, level air saat ini 14.38,26 centimeter. Artinya saat ini level air di Situ Cipanunjang sudah memasuki masa kritis. “Apabila area disekitar Situ Cipanunjang tidak terguyur oleh hujan, sisa kapasitas

air di Situ Cipanunjang akan habis dalam waktu 6.5 hari,” tutur Sony seraya menjelaskan lebih lanjut kapasitas sumber air Situ Cileunca pada level normal 14.18,50 centimeter, level  kritis 14.12,00 centimeter dan level  saat ini (per- tanggal 4 Agustus 2018) 14.16,47 centimeter , artinya level air di Situ Cileunca mulai memasuki masa kritis, bila area sekitar Situ Cileunca tidak terguyur oleh hujan, sisa kapasitas air di Situ Cileunca akan habis dalam waktu 56 hari.

Dijelaskan Sonny  ,ketersediaan air baku dari dua sumber  tersebut akan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat, apabila dalam kurun waktu sisa persediaan air baku akan bertambah apabila di wilayah di sekitarnya diguyur oleh hujan dengan begitu pasokan air baku akan kembali pada level normal. “Yang mengakibatkan penurunan sumber air baku PDAM karena terdampak musim kemarau, sehingga terjadi penurunan level air baku dalam sebulan ini. Namun demikian kondisi pasokan air tahun ini masih terbilang relatif aman, karena melihat dari dua sumber air baku yang dimiliki PDAM Tirtawening belum memasuki masa kritis.” ujar Sony ,Selasa (14/8/18).

Mengenai pasokan air untuk kebutuhan warga Kota Bandung, menurut Sony , idealnya antara 5000 – 6000 liter/detik. Berdasar data WHO , kebutuhan masyarakat Kota Bandung akan air sebanyak 160 liter/hari . Total pelanggan PDAM Tirtawening Kota Bandung  sebanyak 172.644 konsumen. Wilayah yang paling sering mengalami gangguan pasokan air , mencakup  Wilayah Barat 1 dengan jumlah sebanyak 16.837 pelanggan/konsumen dan Wilayah Barat 2  Wilayah Barat 2  berjumlah 35.090 pelanggan.

Dikemukakan Sony, untuk mensiasati kebutuhan air bersih agar  kebutuhan konsumen tetap terpenuhi salah satunya dengan mensiagakan 17 unit tangki air minum. Untuk bantuan tangki air minum (TAM) ke daerah yang terganggu aliran airnya bisa berkoordinasi dengan petugas wilayah terkait atau menghubungi kantor pelayanan tangki air minum, pemesanan gratis dengan cara kolektif melalui Ketua RT/RW atau koordinator setempat. Untuk ritasi tidak berlaku, karena unit pelayanan TAM memberi pelayanan selama 24 jam. Wilayah yang paling banyak permintaan bantuan air berasal dari wilayah barat dan timur.

Upaya jangka pendek dan  panjang yang dilakukan oleh PDAM Tirtawening Kota Bandung untuk mengatasi masalah penyusutan pasokan air

bersih , dilakukan pihak PDAM Tirtawening dengan cara membangun program jangka pendek IPA Cikalong 700 lpd dan SPAM Regional 200 lpd. Sedangkan untuk program jangka panjang,  yakni Kolam Tandon Harian Cikalong, Uprating IPA Badak Singa dari 1800 lpd – 2250 lpd,  IPA Paket 5×40=200 lpd. “Untuk mewujudkan program tersebut , memang butuh faktor ketersediaan air baku, koordinasi stakeholder dan komitmen dengan sumber modal bersumber dari PDAM Tirtawening Kota Bandung, APBD Kota Bandung, APBD Provinsi dan  APBN,”Sony menambahkan.  (E-018)***