Sumedang Unggulkan Tiga Daerahnya Jadi Kawasan  Budidaya Produk Ekspor

46

BISNIS BANDUNG – Pemerintah Daerah Kabupaten Sumedang terus berupaya untuk meningkatkan kesejahteraan warganya. Khusus di bidang ekonomi sesuai dengan Visi Sumedang Simpati ke – 5, yakni Kreatif Ekonominya, di antaranya dengan meningkatkan produk unggulan daerah, seperti mangga gedong gincu dan ubi Cilembu yang mendapatkan perhatian khusus untuk terus dikembangkan menjadi komoditas ekspor.

Bupati Sumedang H. Dony Ahmad Munir didampingi Wakil Bupati Sumedang H. Erwan Setiawan beserta para pengusaha dan petani mangga gedong gincu dan ubi Cilembu dalam acara coffee morning, membahas terkait pengembangan usaha produk unggulan komoditas ekspor , Jumat pagi (13/12/2019) di halaman perkantoran Gedung Negara Pemkab Sumedang.

Pertemuan tersebut  dihadiri Direktur Buah dan Florikultura  Ditjen Holtikultura Kementerian Pertanian, Liferdi Lukman yang pada kesempatan melakukan  penandatangani MoU bersama Bupati Sumedang tentang bantuan sarana produksi untuk pengembangan buah gedong gincu .

Dikemukakan Bupati, Kabupaten Sumedang telah menetapkan tiga kawasan khusus untuk dijadikan kawasan agrobisnis/pertanian, pariwisata, dan industri. Ketetapan tersebut  tertuang dalam Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Sumedang 2018-2038.

“Dari ketiga kawasan tersebut, sebagai penyumbang terbesar PDRB  adalah sektor pertanian. Berarti sektor pertanian merupakan sektor unggulan yang telah banyak menciptakan lapangan pekerjaan dan meningkatkan pendapatan masyarakat. Tentunya kebijakan pemerintah harus lebih besar terhadap sektor pertanian ini,” ungkapnya.

Menurut Bupati, Kabupaten Sumedang mempunyai komoditas orientasi ekspor, seperti ubi Cilembu dan mangga gedong gincu. Untuk ubi Cilembu Kabupaten Sumedang telah berhasil mengekspor ke beberapa negara ,antara lain ke Jepang, Hongkong, dan Malaysia. Sedangkan untuk gedong gincu  diekspor ke negara Timur Tengah dan beberapa negara di Eropa.

“Ini merupakan orientasi ekspor yang akan meningkatkan devisa bagi negara . Oleh karena itu, pemerintah pusat harus memberikan perhatian lebih kepada Kabupaten Sumedang agar ekspornya bisa kontinyu,” ujar Bupati berharap.

Bupati menambahkan, untuk menjamin ketersediaan barang dan kualitas produknya yang harus terus terjaga, tentunya peran pemerintah harus larut dengan para pengusaha.,  bersama ketersediaan lahan dan bibit harus tercukupi. Begitupun dengan alat pertaniannya.

Ditegaskan Bupati, pemerintah akan fokus untuk mengembangkan  tempat budidaya gedong gincu dan ubi Cilembu.

“Saya menginginkan ada kawasan agrowisata mangga  gedong gincu  yang menjadi favorit  para pengunjung yang bisa.melihat langsung ke kebun, bahkan bisa memetik sendiri. Dalam hal ini , kita akan  menjadikan wilayah Jatigede, Ujungjaya dan Tomo untuk dijadikan kawasan agrowisata,” tukas Bupati menambahkan.

Direktur Buah dan Florikultura  Ditjen Kementerian Pertanian,   Liferdi Lukman mengatakan, Kementerian Pertanian mempunyai program untuk meningkatkan ekspor yang sejalan dengan program-program Kabupaten Sumedang.

“Kabupaten Sumedang menjadi Kabupaten terbaik se-Indonesia karena dilihat dari bidang pertaniannya yang mempunyai produk unggulan,  yaitu mangga gedong gincu dan ubi Cilembu,” ungkap Leferdi.

Menurutnya, produksi buah tropis lokal seperti mangga,  di Indonesia sangat melimpah, sehingga mampu untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri, bahkan ekspor.
“Kita akan tata dan bangun kawasan buah skala korporasi untuk memperkuat ekspor buah tropis kita,” tambahnya. . (E-010) ***