Sumur Resapan Dan Drainase Memadai Upaya Kurangi Limpahan Air Permukaan

15

Limpahan air hujan yang tidak terkendali membuat masalah banjir. Kita bisa lihat di beberapa kota di Jawa , antara lain diantaranya  Jakarta , Bandung dan lainnya. Komplek perumahan , perkampungan penduduk dan jalan raya tergenang banjir akibat drainase dan sungai tidak mampu menampung air melebihi kapasitasnya karena curah hujan cukup tinggi . Di wilayah perkotaan usaha  menerapkan teknik  drainase  menjadi  salah satu pilihan  dalam menghadapi global  warming  yaitu  sistem drainase air hujan berwawasan lingkungan.

Limpahan air hujan yang begitu banyak  dan  tidak  terkendali  menimbulkan banjir. Air hujan yang berlebih apabila dikelola dengan baik dengan cara ditampung,  diolah,  dan  dimanfaatkan kembali atau disimpan sebagai air cadangan, sehingga saat  musim kemarau datang bisa dimanfaatkan sebagai sumber air bersih.

Air hujan masuk kedalam tanah secara alami terjadi pada daerah pesawahan, tanah lapangan, permukaan tanah yang terbuka, hutan, halaman rumah yang tidak tertutup dan lain-lain. Air hujan yang jatuh ke permukaan tanah pada awalnya akan membasahi tanah, bangunan, tumbuh-tumbuhan dan batuan. Ketika air hujan tersebut jatuh pada daerah yang berpori akan meresap  kedalam tanah sebagai air infiltrasi, air tersebut semakin lama akan meresap lebih dalam lagi sampai memasuki daerah akuifer dan menjadi air tanah yang menjadi sumber air tanah.

Dengan  berubahnya  fungsi  lahan  yang semula terbuka menjadi bangunan rumah dan sarana jalan, akibatnya kemampuan lahan untuk meresapkan air hujan semakin berkurang , dengan pasti akan menimbulkan peningkatan aliran permukaan atau surface runoff yang  menimbulkan berbagai genangan, bahkan banjir saat turun hujan . Air hujan yang dulu dengan mudah meresap kedalam tanah pada saat hujan saat ini sebagian lahan telah tertutup bangunan hingga terjadi limpasan permukaan  (surface  runoff)  meningkat.  Di sisi lain meningkatnya jumlah sarana prasarana telah menyebabkan berbagai dampak, antara lain problema air tanah,  polusi air dan banjir.

Proses pembangunan yang  terjadi di wilayah yang layak dihuni manusia senantiasa terjadi dan berkembang.

Perubahan fungsi lahan yang semula terbuka menjadi bangunan rumah dan sarana jalan , akibatnya  kemampuan  lahan untuk meresapkan air hujan semakin berkurang yang dengan pasti akan menimbulkan peningkatan aliran permukaan atau surface runoff yang  menimbulkan berbagai genangan bahkan banjir . Air hujan yang dulu dengan mudah meresap kedalam tanah pada saat hujan saat ini sebagian lahan telah tertutup bangunan hingga terjadi limpasan permukaan  (surface  runoff)  meningkat telah menyebabkan berbagai dampak , antara lain problema air tanah, polusi air dan banjir. Usaha maksimal untuk menerapkan teknik drainase salah satu pilihan dalam rangka menghadapi global warming yaitu sistem drainase air hujan berwawasan lingkungan. Sistem ini menurut [Sunjoto, 2007] terdiri dari tiga kelompok yaitu Sumur Peresapan Air Hujan (Recharge Well), Parit Resapan Air Hujan (Recharge Trench) dan Taman Resapan Air (Recharge Yard).

Dari berbagai sumber yang dirangkum BB , banjir (genangan air hujan) dan menurunnya permukaan air-tanah (groundwater) terjadi di berbagai kawasan perumahan. Hal tersebut menjadi rutinitas yang terjadi setiap tahun pada musim hujan  yang menyebabkan kerugian material  sangat besar dan berdampak menurunnya harga jual rumah. Upaya lain yang dapat dilakukan adalah dengan pembuatan sumur resapan air hujan atau pembangunan pompa pengendali banjir.

Proses alih fungsi lahan dari lahan  pertanian  atau  hutan  menjadi perumahan dapat menimbulkan dampak negatif, apabila tidak diikuti oleh upaya- upaya menyeimbangkan kembali fungsi lingkungan.

Sistem drainase suatu kawasan perumahan biasanya direncanakan sesuai dengan besaran volume air permukaan yang berasal dari rumah-rumah per-blok dengan kondisi rumah yang standar (rumah belum dikembangkan). Kondisi ini yang membuat dimensi saluran drainase tidak dapat menampung lagi volume air permukaan sejalan dengan pengembangan rumah-rumah, yang  berakibat  terjadinya  genangan- genangan air , bahkan banjir pada kawasan tersebut .

Sumur resapan air merupakan rekayasa teknik konservasi air yang berupa bangunan yang dibuat sedemikian rupa sehingga menyerupai bentuk sumur gali dengan kedalaman tertentu yang berfungsi sebagai tempat menampung air hujan diatas atap rumah dan meresapkannya ke dalam tanah. Manfaat yang dapat diperoleh dengan pembuatan sumur resapan air antara lain : (1) mengurangi aliran permukaan dan mencegah terjadinya genangan air, sehingga memperkecil kemungkinan terjadinya banjir dan erosi, (2) mempertahankan tinggi muka air tanah dan menambah persediaan air tanah, (3) mengurangi atau menahan terjadinya intrusi air laut bagi daerah yang berdekatan dengan wilayah pantai, (4) mencegah penurunan  atau  amblasan  lahan  sebagai akibat  pengambilan  air  tanah  yang berlebihan, dan (5) mengurangi konsentrasi pencemaran air tanah.

Adanya  sumur  resapan  dapat mengurangi volume air limpasan permukaan. Air hujan yang jatuh di atas permukaan atap bangunan  rumah  dialirkan  melalui  talang terus ditampung ke dalam sumur resapan. Dengan demikian, air hujan tidak mengalir ke mana-mana dan mengurangi air limpasan permukaan.  Pemasangan  sumur  resapan dapat dilakukan dengan model individual dan komunal. Sumur resapan model individual adalah satu sumur resapan digunakan untuk satu rumah, sedangkan yang satu sumur resapan komunal digunakan secara bersama- sama untuk lebih dari satu rumah.

Air hujan yang jatuh ke halaman rumah harus   dapat   diserap   oleh   lahan   halaman rumah itu sendiri dan tidak melimpas ke luar halaman rumah. Halaman rumah secara alamiah dapat menyerap curahan air hujan, termasuk dari air hujan dari cucuran atap rumah, yang mengalir melalui talang. Dalam hal ini sumur resapan dapat ikut mengurangi sumbangan  banjir  dengan  mengurangi volume runoff air hujan.

Masuknya air hujan melalui peresapan

(infiltrasi) inilah yang menjaga cadangan air tanah   agar   tetap   dapat   dipanen   dengan mudah. Permukaan air-tanah memang berubah-ubah,  tergantung  dari  pasokan  air dan eksploitasinya. Dengan memasukan ke dalam sumur resapan, air hujan yang jatuh di areal perumahan tidak terbuang percuma ke selokan dan terus mengalir ke sungai.

Sumur  Resapan  Air  Hujan  (RechargeWell)  merupakan  alternatif  pilihan  dalam mengatasi banjir dan menurunnya permukaan air tanah pada kawasan perumahan, karena dengan pertimbangan : a) pembuatan konstruksi SRA tidak memerlukan biaya besar, b) tidak memerlukan lahan yang luas, dan c) bentuk konstruksi SRA sederhana. Sumur  resapan  air  merupakan  rekayasa teknik konservasi air yang berupa bangunan yang dibuat sedemikian rupa sehingga menyerupai   bentuk    sumur    gali   dengan kedalaman tertentu yang berfungsi sebagai tempat menampung air hujan dan meresapkannya   ke  dalam  tanah.  (B-003) ***