Sunanto : Cuitan Abu Janda Islam Arogan Mengacaukan Kesadaran Budaya Dalam Berislam

83

BISNIS BANDUNG  – Tim Hukum Front Persaudaraan Islam (FPI) Aziz Yanuar menunggu pihak kepolisian untuk segera menahan Permadi Arya alias Abu Janda terkait kicauannya di media sosial yang menyebut Islam sebagai agama yang arogan.

Menurut pihaknya, Abu Janda kerap kali memecah belah bangsa dengan pelbagai pernyataan yang kontroversial di media sosial. Termasuk,  kicauan terbaru Abu Janda soal Islam agama arogan lewat akun Twitter-nya.“Terduga penista agama dan pemecah belah bangsa wajib ditangkap dan dihukum berat,” kata Aziz, belum lama ini.

“Kalau sudah dilaporkan, tugas polisi menindaklanjuti secara terbuka, adil dan berdasarkan pada bukti-bukti, tidak terkecuali pada Abu Janda. Hukum tidak boleh pandang bulu atau berpihak pada kelompok tertentu,” kata Jazilul , baru-baru ini. Aziz mengaku heran selama ini sudah banyak elemen masyarakat yang melaporkan Abu Janda ke pihak kepolisian terkait pernyataan-pernyataannya yang kontroversial, tapi tak jelas proses hukumnya. Sementara Wakil Ketua Umum PKB Jazilul Fawaid meminta kepolisian memproses kasus dugaan rasisme yang dilakukan pegiat media sosial, Abu Janda, terhadap mantan Komisioner Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM), Natalius Pigai.

Ketua Umum Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah Sunanto menganggap perspektif Abu Janda terkait Islam yang arogan mengacaukan kesadaran budaya dalam berislam.

“Hal-hal yang begitu saya kira sangat mengacaukan di tengah Islam itu sendiri dan kesadaran budaya berislam itu sendiri” jelas Sunanto , Jumat(29/1).

Menurutnya, Abu Janda keliru menafsirkan Islam. Tradisi yang didobrak Islam untuk kemajuan peradaban yang dilakukan  dengan kesadaran bukan dengan paksaan.

Banyaknya ajaran Islam yang berasimilasi dengan budaya Indonesia, bagi Sunanto, tidak menghilangkan esensi kebudayaan dan keimanan penganutnya.

“Ada ajaran Islam yang konteksnya budaya dan relasinya sudah disepakati dan dijalankan sebagai relasi kebudayaan dan tidak menghilangkan konteks keimanan seseorang,” ujar Sunanto.

Baca Juga :   Penutupan Jalan Mulai Pk 21.00 di Bandung Tetap Diberlakukan

Sebelumnya Abu Janda berkicau di akun twitter miliknya, menyebut Islam merupakan agama yang arogan sebab tidak menghargai agama leluhur yang lebih dulu ada seperti Sunda Wiwitan atau Kaharingan.

“Islam memang agama pendatang dari Arab, Agama Asli Indonesia itu Sunda Wiwiwtan, Kaharingan . Arogan, mengharamkan tradisi asli, ritual orang dibubarkan pake kebaya murtad, wayang kulit diharamkan. Kalau tidak mau disebut arogan, jangan injak2 kearifan lokal @awemany,” tulisnya lewat akun @permadiaktivis1, Senin (28/1). Kicauan tersebut menuai banyak kritik.  Abu Janda mengklaim bahwa kicauannnya di Twitter sebagai bentuk autokritik.

Terlanjur menjadi polemik, Mantan Wakil Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (MUI) Tengku Zulkarnain berpendapat pernyataan Permadi yang diposting pada akun media sosial twitternya merupakan delik biasa, bukan delik aduan. Oleh karena itu, ia menantang polisi untuk memproses kicauan Permadi tersebut. Menurut Zulkarnain, penilaian Permadi yang menyebut Islam sebagai agama arogan karena mengharamkan tradisi lokal adalah keliru.  Islam sama sekali tidak melarang tradisi lokal seperti pemakaian kebaya.

Sebelumnya, KNPI melaporkan Abu Janda ke Bareskrim Polri terkait dugaan rasisme ke Pigai. Laporan tersebut teregister dengan nomor LP/B/0052/I/Bareskrim tertanggal 28 Januari 2021.

Ketua Bidang Hukum DPP KNPI, Medya Rischa Lubis kepada wartawan di Mabes Polri, Jakarta, menyebut cuitan itu bernuansa ujaran kebencian yang berbalut SARA. Selain itu, kata Medya, kata-kata evolusi yang disampaikan Abu Janda merupakan penghinaan bentuk fisik bagi masyarakat yang menempati satu wilayah dengan Pigai. (B-003) ***