Syarat Apa Saja UMKM Dapat Bantuan Pemerintah

21
Syarat Apa Saja UMKM Dapat Bantuan Pemerintah

BISNIS BANDUNG— Wakil Bupati Sumedang Erwan Setiawan membenarkan wabah virus Corona membuat sektor UMKM terpuruk. Ia meminta  Diskoperindag   membantu membangkitkan kembali pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di  Sumedang.

“Semua sektor terkena imbas  Covid-19, salah satunya UMKM, omset mereka berkurang, bahkan karyawan juga berkurang,” kata Erwan, saat meninjau tempat produksi Opak Oded di Kecamatan Conggeang, Senin (24/8/2020).

Erwan mengatakan, sebagai bentuk perhatian, pemerintah pusat melalui Kementerian Koperasi dan UKM sudah menggulirkan bantuan sebesar Rp 2,4 juta untuk masing-masing pelaku UMKM. Adapun syarat UMKM mengajukan bantuan adalah pelaku usaha mikro sedang tidak menerima kredit modal kerja dari perbankan (unbakable).

Kemudian   pelaku usaha merupakan Warga Negara Indonesia (WNI), mempunyai Nomor Induk Kependudukan (NIK), mempunyai usaha mikro yang dibuktikan dengan surat usulan dari pengusul, bukan Aparatur Sipil Negara (ASN), bukan anggota TNI/Polri dan bukan pegawai BUMN/BUMD.

“Saya rasa persyaratannya tidak terlalu memberatkan,” ujarnya.

Sekretaris Dinas Koperasi, Usaha Kecil, Menengah, Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Sumedang, Deni Tanrus menyebutkan ada sekitar 16 ribu pelaku UMKM di Sumedang yang sudah mengajukan bantuan tersebut.

“Seluruh Indonesia total ada 12 juta pelaku UMKM, di Sumedang sendiri ada sekitar 16 ribu pelaku UMKM yang harus kami fasilitasi,” katanya.

Kata Deni, dengan terbatasnya kuota tersebut, maka pelaku UMKM harus berlomba lebih dulu mengajukan bantuan tersebut, by name, by addres, dan by product.

“Sudah tanggung jawab kami mempromosikan lebih lanjut produk UMKM di Sumedang agar bisa bangkit lagi seperti semula,” ujarnya.

Pemilik Opak Oded, Dudang mengatakan akibat pandemi Covid-19 pihaknya rugi hingga ratusan juta rupiah. Bahkan, Ia terpaksa merumahkan puluhan karyawannya akibat pandemi. Sebelum pandemi karyawan opak Oded berjumlah 80 orang, namun kini hanya 50 orang. Kini, Ia mengaku membutuhkan bantuan modal agar usahanya tetap bertahan.

“Banyak yang kami perlukan untuk membangkitkan kembali usaha kami, karena kami punya tanggung jawab sosial kepada karyawan, jadi sebisa mungkin harus bertahan,” ucapnya. (E-010)***