Syekh Ali Melerai Amukan Massa Terhadap Tersangka Penusukan Mabes Polri Dan Polresta Bandar Lampung Terus Melakukan Pengusutan

25

BISNIS BANDUNG – Polisi menyatakan serius mengusut kasus penusukan Syekh Ali Jaber saat berdakwah di Bandar Lampung. Tim penyidik dari Mabes Polri dan Detasemen Khusus 88 Antiteror pun ikut mendampingi penyidikan yang dilakukan Polresta Bandar Lampung. Sudah ada satu tersangka ditetapkan, yakni Alpin Andrian yang merupakan pelaku tunggal.

“Untuk melihat apakah tersangka ini melakukan sendirian, apakah ada yang menyuruh, semua pelan-pelan,” kata Kepala Divisi Humas Polri Inspektur Jenderal Argo Yuwono kepada wartawan di Mabes Polri, Jakarta, Rabu (16/9).

Kasus penusukan Syekh Ali Jaber mendapat atensi dari banyak pihak, termasuk Menko Polhukam Mahfud MD yang meminta agar kepolisian mengungkap insiden penusukan tersebut.

Disamping itu Polisi juga telah mengirim Surat pemberitahuan dimulainya penyidikan (SPDP) ke Kejaksaan Negeri Bandar Lampung, pada Selasa (15/9).

Dalam perkara ini, pelakudijerat pasal percobaan pembunuhan, pembunuhan, penganiayaan berat, hingga kepemilikan senjata tajam ilegal sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951. Tersangka terancam pidana maksimal hingga hukuman mati.

“Ancaman hukumannya hukuman mati, atau hukuman seumur hidup. Paling ringan 20 tahun, ini untuk ancaman pasal yang dikenakanipada tersangka A,” ujar Argo.

“Polisi serius dalam menangani kasus tersebut,” kata Argo.

Hari ini, Kamis (17/9), polisi berencana menggelar reka ulang (rekonstruksi) kasus penusukan Syekh Ali Jaber. Reka ulang kasus direncanakan akan dilakukan di tempat kejadian perkara, Masjid Falahuddin, Lampung sekitar pukul 17.15 WIB, Minggu (13/9/2020).

Sampai hari ini .sebanyak 13 orang saksi juga telah diperiksa penyidik terkait dengan penusukan  ini. Saksi yang diperiksa meliputi keluarga, pihak-pihak yang berada di TKP, kemudian panitia penyelenggara kegiatan.  Ali Saleh Mohammed Ali Jaber atau  lebih dikenal  Syekh Ali Jaber ditusuk orang tak dikenal di sebuah Masjid di Kota Bandar Lampungs saat itu tengah mengisi tausiah.

Tersangka selamat dari amukan massa karena Syekh Ali Jaber melarang massa menghajar AA.

Hal terungkap diungkapkan Syekh Ali Jaber saat bercerita kepada Deddy Corbuzier yang ditayangkan di kanal Youtubenya, Rabu (16 /9/20).

“Saya lihat pelaku dihakimi, saya langsung berdiri dan berteriak jangan, saya bilang, kasihan dia, jamaah berteriak pun  kami kasihan Syekh, tapi saya minta dia diamankan, jangan dihajar sampai kemudian petugas keamanan datang,” katanya.

Saat itu, ia tengah menghadiri wisuda hafalan Al Quran. Secara tiba-tiba, pelaku berlari ke atas panggung dan hendak menghunjamkan pisau ke lehernya.

Dalam hitungan detik, ulama asal Madinah  Arab Saudi itu dengan cepat bergerak , sehingga pisau itu hanya menghunjam lengannya. Semula, Syekh Ali Jaber mengira pria yang berlari ke atas panggung itu hendak meminjam ponsel kepada dirinya untuk membuat vlog bersama anak yang diwisuda ddampingi  ibunya. Sebab sebelumnya, ia menantang wisudawan untuk naik ke atas mimbar untuk menyimak hafalan Al Quran dan cara membacanya.

Saat diserang, ia belum tersadar , bahwa pisau itu sebagian patah, sebagian masih tertancap di lengannya. “Saya lihat reaksi jamaah lambat karena mereka kaget. Pas saya berdiri, jamaah mulai tahan dia, saya lihat kok ada pisau, baru terasa sakit, kayak film kartun. Saya lepas pisaunya. Awalnya sakit karena agak dalam. Jadi yang mencopot pisau yang patah ya saya sendiri,” tutur ulama yang menjadi WNI sejak tahun 2012. (B-003) ***