TA 2021 Pemkab Bandung Alokasikan Uang Belanja Dari APBD  Rp 4,3 Triliun

13

BISNIS BANDUNG – Tahun Anggaran 2021 Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung menganggarkan belanja daerah sebesar tidak kurang dari Rp 4,31 triliun. Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun 2021 sebesar itu , dirincikan untuk belanja operasi Rp 3,28 triliun, belanja modal Rp 406,93 miliar, belanja tidak terduga Rp 10 miliar dan belanja transfer Rp 619,65 miliar.

Sementara pendapatan daerah, dianggarkan sebesar Rp 4,04 triliun dengan rincian pendapatan asli daerah (PAD) sebesar Rp 816,77 miliar, pendapatan transfer sebesar Rp 3,21 triliun, dan lain-lain pendapatan daerah yang sah sebesar Rp  20 miliar. Dalam anggaran ini terdapat defisit sebesar Rp 271,52 miliar yang akan ditutup dari pembiayaan daerah, dengan rincian penerimaan pembiayaan sebesar Rp 286,52 miliar dan pengeluaran pembiayaan sebesar Rp 15 miliar.

Hal itu terurai dalam Rapat Paripurna Pengantar Nota Keuangan Bupati Bandung Tentang Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) APBD TA 2021 yang berlangsung di Ruang Rapat DPRD Kabupaten Bandung, baru-baru ini.

Bupati Bandung H. Dadang M. Naser berharap nota keuangan yang telah disusun oleh TAPD (Tim Anggaran Pemerintah Daerah), agar betul-betul direspon dan didiskusikan di perangkat daerah, terkait saat ini masih dalam suasana covid. “Setiap program yang dijalankan, harus terkait kegiatan yang sifatnya mengarah pada penanganan covid,” ujar Bupati .

Selaku Ketua Gugus Tugas, lanjut Dadang, dirinya melihat bagaimana upaya pengembangan vaksin dan obat covid-19 masih parsial dilakukan di negara-negara terdampak. Selama vaksin belum ditemukan, seluruh pihak harus senantiasa mewaspadai penyebarannya.

“Hampir di semua negara, AKB (Adaptasi Kebiasaan Baru) cukup mengekang langkah-langkah pembangunan di berbagai sektor. Dunia ekonomi, ketenagakerjaan, pendidik keagamaan, juga pariwisata, semua kegiatan dibatasi. Oleh karenanya, setiap program kegiatan yang dilakukan di perangkat daerah, harus diprioritaskan pada penanganan pandemi,” tutur bupati.

Dalam kesempatan itu, Dadang menjelaskan, Raperda APBD Kabupaten Bandung TA 2021, dilaksanakan secara elektronik melalui Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD). Disusun berdasarkan Kebijakan Umum APBD (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) TA 2021 yang telah disepakati bersama antara pemerintah daerah dan DPRD Kabupaten Bandung.

“Semoga dalam pelaksanaannya , meski di tengah pandemi, pembangunan di berbagai sektor dapat dilaksanakan sesuai rencana. Sehingga upaya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Bandung, akan menunjukkan hasil yang diharapkan semua pihak,” ucap Dadang Naser.

Dalam rapat yang dipimpin oleh Ketua DPRD Kabupaten Bandung H. Sugianto tersebut, juga dihadiri Wakil Bupati (Wabup) Bandung H. Gun Gun Gunawan. Dalam kesempatan tersebut Wabup menambahkan, selain masalah penanganan covid-19,  juga  isu pangan dan lingkungan yang harus tetap mendapatkan perhatian.

“Isu-isu yang menjadi perhatian kita sebelumnya, seperti ketahanan pangan dan perbaikan bidang lingkungan, jangan sampai tertinggal,” ujar Wabup . (B-003) ***