Tambah Utang Luar Negeri

4

INDONESIA menentukan cadangan dana untuk menanggulangi wabah corona virus disease (Covid-19) Rp 118,3 triliun – Rp 121,3 trilun. Dana itu diambil dari APBN merupakan reaokasi belanja kementerian, transfer daerah, dan dana desa. Masing-masing Rp 62,3 teriliun, Rp 56 triliu, dan Rp 59 triliun.

Realokasi itu diambil sebagai tindakan darurat  untuk kepentingan penaggulangan Covid-19, antara lain untuk pendidikan, jaring pengaman sosial, dan kesehatan. Pemerintah juga  menganggarkan Rp 6,1 triliun untuk asuransi tenaga medis yang menangani Covid-19.

Agar alokasi anggaran tetap sesuai dengan UUD APBN, realokasi anggaran itu harus tetap direalisasikan. Karena itu pemerintah sudah mangajukan pinjaman ke Bank Pembangunan Asia (ADB) dan Bank Dunia. Tampaknya kedua lembaga keuangan itu dapat memenuhi pengajuan Indonesia tersebut. Bisa jadi realisasi anggaran untuk belanja kementerian, transfer  ke daerah, dan dana desa akan mengalami keterlambatan.

Penambahan utang luar negeri itu tidak akan mencapai Rp 121,3 triliun sejumlah dana cadangan penanggulangan Covid-19. Dalam UU APBN, pemerintah menargetkan pagu utang luar negeri Rp37,5 triliun. Realisasi pinjaman sampai Februiari 2020 senilai Rp 1,7 triliun. Hanya sekira 4,6 persen dari pagu anggaran. Hal itu berarti utang luar negeri Indonesia masih di bawah pagu pinjaman.

Namun demikian, pemerintah harus tetap berrhati-hati dalam menambah utamg luar negeri. Masalahnya, pendapatan negara pada masa merebaknya Covid-19 akan terus menurun. Pertumbuhan ekonomi yang ditargetkan di atas 5 persen, diperkirakan hanya akan menvapai angka di atas 4 persen. Bahkan pemerintah, melalui Menteri Keuangan Sri Mulyuani menyebutkan, pertumbuhan ekonomi  diprediksi hanya akan mencapai 2,5 persen bahkan sampai pada titik nol persen.

Dengan demikian Indonesia akan mengalami defisit fiskal selama Indonesia belum mampu keluar dari penyanderaan corona. Namun kalangan perguruan tinggi, seperti dimuat KOMPAS,21/4, masih optmistis, pertumbuhan ekonomi Indonesia akan sampai pada titik terendah yakni  4,7 persen. Namun diharapkan pemerintah tetrap berhati-hati dalam menambah utang luiar negeri. Penambahan utang diperkirakan akan memperlebar deficit anggaran

Sebagai dampak merebaknya corona, Indonesia dihadapkan pada pilihan yang sangat sulit.  Penanggulangan corona membutuhkan dana yang cukup besar meskipun Indonesia mendapat hibah dari ADB, 3 juta dolar AS khusus untuk penanggulangan corona. Merebaknya Covid-19 tidak tercantum dalam alokasi anggaran penaggulangan bencana nasional. Musibah nasional yang masuk pada RAPBN 2020, hanya darurat bencana alam seperti longsor, banjir, dan sebagainya. ***