Tanaman Keras Bernilai Ekonomi Tinggi Untuk Reboisasi Daerah Rentan Erosi 

27

BISNIS BANDUNG – Keberadaan hutan di wilayah resapan air harus dipertahankan, bila memungkinkan dilakukan perluasan dengan cara reboisasi sebagai kegiatan penanaman kembali di daerah-daerah  yang gundul atau pada daerah berlereng curam yang rentan terjadi erosi dan tanah longsor.

Khusus untuk  reboisasi tanah gundul , jenis tanaman harus dipilih yang cepat tumbuh dan mampu menahan dan mengawetkan tanah dan air. Upaya reboisasi ini dapat dilakukan  di semua  zona asal tanahnya sesusai dengan kemiringan, iklim dan jenis vegetasi. Sedangkan konservasi lahan merupakan penanaman pohon di lahan diluar kawasan hutan Upaya ini merupakan salah satu tujuannya untuk meningkatkan pengdapatan masyarakat sekaligus mengawetkan lahan (mengurangi terjadinya erosi) .

Penghijauan akan efktif bila diarahkan pada penanaman pohon bernilai ekonomis , antara lain seperti pohon buah-buahan. Penerapan program ini perlu melibatkan peranserta dan partisipasi masyarakat sejak awal perencanaan, sehingga dapat dikembangkan komoditas-komoditas yang sesuai dengan keinginan dan harapan masyarakat (petani). Penghijauan dapat dilakukan pada jalur penyangga, jalur hijau dan DAS (daerah aliran sungai).

Sistem dengan melakukann satu jenis komoditas tanaman dimaksudkan untuk meningkatkan produksi dan produktivitas usaha tani dengan komoditas yang dikembangkan adalah tkomoditas tanaman keras atauntanaman tahunan yang memilikinakar dalam, juga memiliki nilai ekonomi , seperti buah-buahan.Upaya ini perlu diikuti langkah konservasi.  Antara lain, pada lahanbergelombang atau miring perlu dibuat teras-teras dan guludan untuk menghambat aliran air permukaan  dan erosi.

Pengolahan lahan menurut kontur atau sabuk gunung bisa dilakukan  dengan pencangkulan atau perataan , hingga membentuk alu-alur dan jalur tumpukan tanah yang searah dengan kontur.  Alur tanah ini merupakan penghambat erosi dan penghambat air permukaan., selain dapat meningkatkan penyerapan air ke dalam tanah.

Mengenai partisipasi masyarakat dalam mengani resiko banjir , terkadang oleh pemerintah kurang diperhatikan karena pemerintah  selalu bertumpu pada pola geofisik yang jauh dari partisipasi masyarakat. Hal yang perlu dilakukan dalam pemberdayaan masayarakat adalah badanya nuasa pengakuan dan penghargaan kepada masyarakat yang memiliki potensi memecahkan masalah banjir. Mereka  harus dipercaya dan ditegaskan mampu mengelola lingkungan dalam mengurangi resiko banjir. (B-003) ***