Target TJPS 2017 Rp 40 Miliar

310

BISNIS BANDUNG- Pendapatan dari retribusi pengelolaan pelanggan dan pelayanan yang berasal dari Tarif Jasa Pengelolaan Sampah (TJPS) di Kota Bandung tahun 2017 ditargetkan sebesar Rp 40 miliar, naik sekira 14% dari tahun sebelumnya.

Dikemukakan Direktur Utama Perusahaan Daerah Kebersihan Kota Bandung, Dr. Deni Nurdyana Hadimin, MSi., CFr.A , pemberlakuan Tarif Jasa Pengelolaan Sampah (retribusi-red) di Kota Bandung mengacu pada Peraturan Daerah nomor 9 tahun 2011, tentang Pengelolaan Sampah dan Peraturan Walikota nomor 316 tahun 2013, tentang Tarif Jasa Pengelolaan Sampah.

Restribusi yang berasal dari Tarif Jasa Pengelolaan Sampah diperuntukannya untuk pengangkutan dan penyapuan. Saat ini, lanjut Deni, pemasukan dari Tarif Jasa Pengelolaan Sampah belum ideal, karena 66% sektor rumah tinggal tidak membayar restribusi.

Tarif Jasa Pengelolaan Sampah (TPS) besarannya , mulai dari Rp 3000 sampai Rp 20.000. Besaran TJPS, mengacu pada golongan rumah tinggal, daya listrik, luas tanah dan luas bangunan. Untuk struktur dan besaran tarif golongan komersial dan non komersial acuannya pada jenis usaha, indeks usaha (besar/menengah/sedang). Untuk jenis usaha komersil, Tarif Jasa Pengelolaan Sampah Rp 60. 000, sedangkan untuk non komersil Rp 50.000.

Golongan sosial sebesar Rp 45.000/m3, tarif untuk pedagang sektor informal Rp 1.000/hari. Sedangkan struktur dan besaran tarif wajib bayar golongan angkutan umum untuk angkutan kota Rp 1000, taxi Rp 1000, mini bus Rp 3.000, bus umum Rp 5.000, bus pariwisata Rp 10.000. “Kesadaran dan kewajiban membayar retribusi sampah dari Wajib Retribusi (WR) masih kurang. Berdasarkan data pengelolaan pelanggan, jumlah WR (yang sudah menjadi pelanggan) baru 34%,” ungkap Deni baru-baru ini.

Diakui Deni Nurdyana , pendapatan yang berasal dari tarif jasa pengelolaan sampah setiap tahunnya cenderung terus mengalami kenaikan. Faktor penyebabnya adalah upaya yang dilakukan oleh PD Kebersihan untuk menaikkan pendapatan dari sektor komersial seperti hotel, mall dan perkantoran. Disebutkan Deni , wilayah yang pembayaran restribusinya tinggi adalah Bandung Utara dengan persentase 27,7%.

Sedangkan wilayah yang pembayarannya rendah, yakni kawasan Bandung Timur, hanya sekitar 19,6%. “Target retribusi pe­ngelolaan pelanggan dan pelayanan khusus untuk tahun 2017 ini, yakni kurang lebih Rp 40 miliar, ada kenaikan 14% dari tahun sebelumnya,” papar Deni.

Upaya yang dilakukan untuk menggenjot pendapatan dari restribusi sampah, di antaranya melalui pendataan ulang kepada RW di Kota Bandung yang belum atau sudah menjadi pelanggan. Kemudian, dalam hal menekan kebocoran, perusahaan telah me­nerapkan pembayaran melalui rekening bank dengan virtual account.

Selanjutnya yakni sosialisasi mengenai kebijakan pengelolaan sampah yang dilakukan kepada wajib bayar komersial dan non- komersial yang sudah menjadi pelanggan maupun belum menjadi pelanggan.

”Segmen yang minim membayar retribusi sampah jasa pengelolaan sampah yakni sektor rumah tinggal, karena selama ini di PD Kebersihan tidak melakukan penagihan langsung kepada masyarakat , tetapi dilakukan oleh pengurus RW,” ujar Deni. Rencananya, tahun depan Tarif Jasa Pe­ngelolaan sampah akan dinaikkan, berdasar pada beberapa kajian yang telah dilakukan . (E-018)***