Teknologi Karya Anak Bangsa di Balik Pembangunan Tol Layang ?

609

JALAN tol layang Jakarta-Cikampek telah resmi beroperasi. Tol sepanjang 38 km ini diharapkan dapat menambah kelancaran kapasitas Tol Jakarta-Cikampek yang sudah ada di bawahnya.

Uniknya, selama pembangunan, Jalan Tol Jakarta-Cikampek II (Elevated) menggunakan Teknologi Sosrobahu yang merupakan hasil karya anak bangsa bernama Tjokorda Raka Sukawati.

Dikutip dari laman bpjt.pu.go.id, teknologi Sosrobahu merupakan suatu teknologi yang sangat diperlukan dalam mengatasi kesulitan membangun kontruksi jalan di atas jalan yang sudah beroperasi dan padat volume kendaraan, seperti halnya di Jalan Tol Layang Jakarta-Cikampek II.

Dengan Teknologi Sosrobahu, pembuatan pier head dilakukan sejajar garis jalan, sehingga tidak memerlukan ruang bebas yang luas dan setelah selesai dilakukan pemutaran.

“Bila memakai teknik konstruksi konvensional, dipastikan sebagian besar lajur jalan akan ditutup dan membuat kemacetan jalan lebih padat,” ungkap keterangan di laman tersebut.

Penerapan Teknologi Sosrobahu pada Jalan tol layang Jakarta-Cikampek merupakan penerapan yang kedua kalinya pada konstruksi jalan tol.

Setelah sebelumnya pada 27 Juli 1988, penggunaan teknologi Sosrobahu atau landasan putar bebas hambatan untuk pertama kalinya digunakan di Indonesia pada Jalan Tol Wiyoto-Wiyono.

Kehadiran jalan tol ini menjadi pemisah antara arus lalu lintas jarak pendek dengan arus lalin jarak jauh. Nantinya Kendaraan tujuan jarak pendek akan menggunakan Tol Japek dibawahnya, sementara kendaraan tujuan jarak jauh terutama kendaraan Golongan I dapat menggunakan tol layang Jakarta-Cikampek.

Tol layang Jakarta-Cikampek.

Usai diresmikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada Kamis (12/12) lalu, tol layang Jakarta-Cikampek II (Elevated) dibuka untuk pengguna jalan pada 15 Desember 2019 pukul 06.00 WIB.

Corporate Communication & Community Development Group Head PT Jasa Marga (Persero) Tbk Dwimawan Heru menyatakan bahwa jalan tol ini untuk sementara waktu dioperasikan tanpa tarif.

“Pengguna jalan, khususnya yang menempuh jarak jauh, dapat mulai menggunakan Jalan Tol Jakarta-Cikampek II (Elevated) yang membentang dari Simpang Susun Cikunir hingga Karawang Barat tanpa tarif untuk sementara waktu,” ujar Heru dalam keterangan tertulis di Jakarta.

Heru juga mengingatkan kembali akses pengguna jalan untuk dapat melewati jalan tol layang terpanjang di Indonesia ini.

“Untuk arah Cikampek, pengguna jalan dapat melalui Jalan Tol Dalam Kota dari arah Halim/Cawang dan masuk ke Jalan Tol Jakarta-Cikampek II (Elevated) melalui akses di Km 10 Jalan Tol Jakarta-Cikampek bawah,” jelas Heru.

Sedangkan untuk pengguna jalan dari arah Jalan Tol JORR dari arah Jatiasih, Heru menjelaskan bahwa pengguna jalan dapat masuk melalui akses Km 45 Jalan Tol JORR, sementara untuk pengguna jalan dari arah Rorotan masuk di akses Km 46 Jalan Tol JORR.

“Sedangkan untuk pengguna jalan yang menuju arah Jakarta dapat masuk di Karawang Barat melalui akses Km 48 Jalan Tol Jakarta-Cikampek bawah yang nantinya dapat keluar di Simpang Susun Cikunir Km 10 Jalan Tol Jakarta-Cikampek bawah arah Halim/Cawang, keluar ke Jalan Tol JORR arah Jatiasih dengan membayar tarif Jalan Tol JORR di Gerbang Tol (GT) Cikunir 6 serta keluar ke Jalan Tol JORR arah Rorotan dengan membayar tarif Jalan Tol JORR di GT Cikunir 8,” kata Heru.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) meresmikan Jalan Tol Jakarta – Cikampek (Japek) II Elevted sepanjang 36,4 kilometer (Km). Setelah diresmikan, jalan tol layang ini mulai beropasi pada 20 Desember 2019 mendatang dan akan dibuka secara gratis.

Presiden Jokowi mengaku sudah berkomunikasi kepada pihak operator Jasa Marga untuk tidak memungut biaya kendaraan roda empat pasca dioprasionalkannya jalan tol terpanjang di Indonesia itu. Dia pun sepakat, masa tenggat uji coba atau digrastiskan hingga akhir tahun 2019.

“Ini Alhamdulillah Jalan Tol Elevated Jakarta Cikampek telah selesai. Dan ini tadi saya sudah bertanya ke pemilik akan digratiskan sampai nanti tahun baru,” katanya di sela-sela peresmian Jalan Tol Japek II Eleveted, di Cikarang, Jawa Barat, Kamis (12/12/2019).

Tol Layang Jakarta-Cikampek sepanjang 36,4 Kilo meter (Km) masing-masing terdapat dua jalur, lebih sedikit dari jalan tol Jakarta-Cikampek yang sudah lama beroperasi sebelumnya dengan empat jalur.

Nantinya jalan tol Layang Jakarta-Cikampek akan mengurangi volume kendaraan yang melintasi jalan tol Jakarta-Cikampek yang sudah beroperasi sebesar 30 persen. (C-003/BBS)***