Terbatas Biaya, Usus Bocah 7 Tahun Hanya Ditutupi Plastik

234

Pasca operasi hirschprung atau kelainan pada usus besar, usus seorang bocah berusia tujuh tahun di Cicalengka kabupaten Bandung, terpaksa dibiarkan di luar perut, dan hanya ditutupi kantung plastik bening. Selain ususnya menonjol keluar perut, bocah tersebut juga mengalami penurunan kesadaran, dan sulit berinteraksi secara normal.

Inilah kediaman pasangan musa dan pina, orang tua dari tendi nurhalim, bocah yang mengalami hirschprung, atau kelainan usus besar, di RT 04, RW 01, kampung Pamoyanan, desa Panenjoan, Cicalengka, kabupaten Bandung. Karena keterbatasan biaya, musa dan pina terpaksa menutup usus tendi yang keluar perut, hanya dengan menggunakan plastik bening, dan direkatkan menggunakan double tape.

Sebelumnya, Tendi yang merupakan anak pertama dari dua bersaudara, normal dan bisa berinteraksi. Namun, pasca operasi hirschprung pada 2015 lalu, Tendi sempat kejang-kejang dan koma selama sebulan. Setelah itu, Tendi mengalami penurunan kesadaran, dan bertingkah seolah anak balita, bahkan sering menyakiti dirinya sendiri, serta sulit berinteraksi dengan orang di sekitarnya.

Keterbatasan biaya menjadi pengganjal Musa dan Pina merawat Tendi di rumah sakit. Sebelumnya, keduanya bekerja sebagai buruh di pabrik. Namun, karena melihat kondisi Tendi yang semakin parah, keduanya memutuskan keluar dari tempat bekerja, dan merawat Tendi di rumah. Terlebih, tendi harus mengganti plastik penutup usus dan popok sejam sekali.

Musa dan Pina hanya mengandalkan penghasilan dari membantu orang tua mereka berjualan dan membuka warung sederhana. Penghasilan tersebut hanya cukup untuk makan sehari-hari. Kartu BPJS kesehatan yang dimiliki keluarga pun tak terbayarkan lagi. Pina mengaku, pihak kecamatan pernah menjanjikan bantuan. Namun, sebulan sudah janji yang diharapkan Musa dan Pina hanya menjadi angan-angan.

Musa dan Pina hanya bisa berharap, pemerintah kabupaten Bandung terutama Dinas Kesehatan, segera memberikan bantuan, agar anaknya pertamanya bisa dioperasi dan dirawat di rumah sakit.

Rezytia Prasaja, BandungTV.