Tercatat Seribu Bank Sampah di Jabar Pasif

17
Tercatat Seribu Bank Sampah di Jabar Pasif

BISNIS BANDUNG—Sebagian besar bank sampah di Jawa Barat stagnan, tidak punya kegiatan alias pasif. Bank sampah itu  hanya formalitas   syarat  dalam proses penilaian untuk meraih  Adipura, sebuah penghargaan tertinggi bidang lingkungan hidup.

Dari 1.600 bank sampah di Jawa Barat hanya sekitar 600 yang aktif. Salah satu kendalanya, karena sejauh ini pengelolaan bank sampah masih banyak yang dilakukan secara swadaya tanpa pendampingan.

“Kebanyakan atau seribu bank sampah itu  hanya nama tapi tidak ada kegiatan,” ungkap  Kepala Bidang Konservasi Lingkungan dan Perubahan Iklim Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Jabar, Asep  R Lengkawa  dalam acara Jabar Punya Informasi (Japri) di Gedung Sate, Kota Bandung,  Selasa (25/2).

Kendala lainnya, saat ini banyaknya pengelola bank sampah yang belum memahami betul cara memilah sampah secara benar. Hal ini menjadikan upaya pengentasan sampah kurang maksimal.  Misalkan dari sampah rumah tangga langsung dibuang,  padahap harus  ada pemilahan.

Dalam momentum Hari Peduli Sampah (HPS) dari 600 bank sampah di Jabar tersebut mampu mengurangi sampah di TPA sebanyak 170 ton per dua hari. Jumlah itu pun baru terukur dari hasil 12 kabupaten dari 27 kabupaten kota di Jabar.

“Bank sampah itu kan pengurangan di sumber. Kalau sampah dibuang ke TPA, umur TPA kan nggak lama, TPA sejauh ini dirancang untuk 20 -30 tahun. kalau semua residu dibuang ke TPA, itu enggak sampai 20 tahun,” tuturnya.

Sampah organik merupakan jenis terbanyak yang dihasilkan oleh masyarkat. Sampah tersebut, paling banyak berasal dari sampah rumah tangga. Sedangkan untuk sampah organik yang berada di sejumlah pasar, bisa diurai dengan magot lalat hitam alias black soldier fly (BSF).

Asep menerangkan  sejauh ini Gubernur Jawa Barat melalui DLH Jabar memiliki sejumlah program untuk mengentaskan permasalahan sampah. Selain akan memberikan reward kepada pemerintah daerah yang mampu mengelola sampah dengan baik, juga akan fokus memberikan edukasi kepada masyarkat.(B-002)***