Terdampak Covid 19 Omzet Penjualan Pasar Tradisional Menurun 

55

BISNIS BANDUNG — Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Persatuan Pedagang Pasar Tradisional dan Warung Kelontong  Jawa Barat, Usep Iskandar Wijaya menyebut, harga sejumlah kebutuhan pokok masyarakat (Kepokmas) di pasar tradisional mengalami kenaikan dampak dari mewabahnya virus corona.

Komoditas yang mengalami kenaikan harga, di antaranya , gula pasir dan daging ayam. Namun yang paling mencolok kenaikannya adalah bawang bombay. Harga gula pasir sebelumnya Rp 12.000 menjadi Rp 17.500/kg. Harga daging ayam sebelumnya Rp 32.000/kgi menjadi Rp 34.000/kg. Bawang bombay dari Rp18000  menjadi Rp 70.000/kg. Produk yang mengalami kenaikan harga ,  mayoritas adalah komoditas impor. “Dalam dua minggu terakhir ini komoditas tersebut harganya naik ,” ungkap Usep, Minggu ( 22/03/20).

Menurut Usep Iskandar Wijaya, walau untuk saat ini pasokan kebutuhan kepada para pedagang masih lancar , namun yang perlu diwaspadai di tengah merebaknya pandemi virus corona adalag pasokan dan harga menjelang bulan Ramadhan.

Bisa diprediksi, lanjut Usep ,  harga  sejumlah komoditas akan mengalami kenaikan  cukup signifikan , harga-harga  melambung tinggi saat menjelang bulan Ramadan. Kini,  dampak dari kenaikan harga sejumlah komoditas, hingga terjadi  berkurangnya  pembelian. “Namun disisi lain ,  saat ini  ada juga yang harganya turun, antara laini bawang putih dari Rp 80.000/kg sekarang 30.000/kg, ada juga yang stabil seperti harga telor ayam stabil di harga Rp 24.000 . “Kenaikan harga kebutuhan pokok berdampak pada penurunan omzet penjualan. Selain dikeluhkan oleh para konsumen yang di antaranya melakukan penyesuaian daya beli ,” ujar Usep.

Dikemukakan Usep , sejauh  ini di pasar tradisional tidak ada pembatasan pembelian jumlah sebuah produk, di pasar tradisional pembelian masih rasional, karena pembeli yang datang kepasar umumnya adalah pedagang keliling dan warung , jadi meski kondisi seperti ini tetap saja belanja ke pasar disesuaikan dengan kebutuhan dan budget mereka, artinya mereka tidak berpikir yang lain-lain apa lagi punya pikiran untuk membeli banyak dan menimbun seperti orang-orang yang pemikirannya kapitalis mencari kesempatan untuk meraih keuntungan. “Para pedagang di pasar tradisional tidak melakukan pembatasan volume pembelian, karena masih dibatas normal,” ungkap Usep.

Pesat berharap pemerintah  secepatnya melakukan langkah kongkret, karena jika dibiarkan terus, dikhwatirkan  terjadi aksi penimbunan barang/komoditas pangan yang mengakibatkan terjadi kelangkaan barang yang mendorong terjadinya kenaikan harga. “Dampak virus corona , kalau  dibiarkan dikhawatir akan memuncukanl spekulan- spekulan yang memanfaatkan situasi  untuk meraup keuntungan,”, pungkas Usep..  (E-018)***