Tergiur Umroh Murah

286

Para korban tidak dapat bebuat banyak. Tuntutan mereka tidak akan membuahkan hasil yang memuaskan. Maksimal, para pelaku dihukum sesuai hukum pidana sebagai penipu. Pemerintah tidak punya kewajiban mengembalikan uang para korban. Kalaupun ada lelang, tentu saja harus ada proses dan putusan pengadilan sesuai hokum acara perdata. Proses pidananya akan berakhkir di penjara. Masyarakat di luar peristiwa itu hanya dapat ikut prihatin dan berdoa, agar para korban mendapat kesabaran dan ketabahan.

Ternyata tipu menipu dengan dalih umroh murah itu bukan yang pertama terjadi. Sering kali tersiar kabar, sekelompok calon jemaah umroh tidak dapat pergi ke Mekah. Alasannya bermacam raga, karenavisanya tidak kunjung keluar, pesawat yang tidak mau mengangkut kardena proses administrasi antara travel dan maskapai tidak berjalan mulus. Bahkan ada pula yang pelakunya kabur entah ke mana, sebelum masalahnya selesai.

Ada kabar dari Banda Aceh,  bos biro perjalanan Azizi Tour and Travel Umroh berinisial NL, dinyatakan masuk Daftar Pencarian Orang (DPO) polisi Resor Pidie dan Aceh Barat, Provinsi Aceh. NL diduga menggelapkan dana calon jemaah umroh. Ia menghilang dengan membawa uang miliaran rupiah dan meninggalkan  ratusan calon jemaah umroh yang bernasib tidak beruntung.

Pemerintah dan para pemuka agama, sudah sejak lama memberi peringatan kepada kaum muslimin. Hendaknya berhati-hati ketika akan melaksanakan umroh atau berhaji. Pilihlah travel, lembaga, atau badan yang benar-benar terpercaya. Jangan tergiur dengan bujuk rayu dan iming-iming ongkos murah. Datanglah ke Kantor Urusan Agama/Kementrian Agama terdekat. Bertanyalah tentang pembimbing atau biro perjalanan haji. Di Kantor Kementrian Agama setempat pasti ada daftar biro perjalanan haji  resmi.

Uang belasan juta itu akan sangat bermanfaat dunia akhirat apabila digunakan untuk amal soleh. Tidak malah diberikan kepada orang-orang yang jelas-jelas penipu. (Furkon) ***