Terowongan Kembar Nanjung Bebaskan 14.000 KK Terdampak Banjir

694

BISNIS BANDUNG – Kepala BBWS Citarum (BBWSC) Bob Arthur Lombogia menyebut, beberapa proyek  pengendalian banjir Sungai Citarum yang  telah rampung dikerjakan, antara lain Embung Gede Bage, Kolam Retensi Cieunteung dan Terowongan Nanjung.

Dijelaskan Bob , Embung Gede Bage yang dikerjakan pada tahun 2017-2018, seluas 7,2 hektar (ha)  mampu menampung air hingga 270.000 meter kubik (m3). Kemudian kolam Retensi Cieunteung memiliki luas 4,75 ha  mampu menampung hingga 190.000 m3 air, diselesaikan dalam kurun waktu sekitar tiga tahun (2015-2018).

Akhir tahun 2019, dua Terowongan Nanjung telah difungsikan. Kanal kembar sepanjang masing-masing 230 meter itu, menurut Bob, dapat meningkatkan kapasitas sungai dengan volume 669 m3/detik.

“Terowongan yang dikerjakan mulai November 2017 sampai Desember 2019 ini, mampu mengurangi lama dan luas genangan di daerah Dayeuhkolot, Baleendah dan Bojongsoang. Kurang lebih mengurangi genangan seluas 700 ha yang diperkirakan kurang lebih sebanyak 14.000 kepala keluarga akan terbebas dari banjir,”ujar Bob .

Jika dibandingkan, lanjutnya, akumulasi curah hujan pada November 2017 berada pada angka 332 mm. Sedangkan pada Desember 2019 berada di 434 mm atau lebih tinggi. “Namun menurut pantauan kami di beberapa titik, terjadi perubahan surut air yang cukup signifikan,”  Bob menjelaskan.

Ditambahkan Bob, perubahan tersebut merupakan dampak beberapa proyek infrastruktur, terutama berfungsinya kanal kembar di Nanjung Kecamatan Margaasih. “Terowongan Nanjung ini satu sistem dengan normalisasi upstream Citarum, Embung Gedebage, Kolam Retensi Cieunteung dan terakhir Floodway Cisangkuy yang masih dalam progres,” ungkap Bob, baru-baru ini.

Sementara itu di Rumah Jabatan Bupati di Soreang, Bupati Bandung H. Dadang M. Naser mengatakan, berbagai program dalam mengatasi banjir sudah dilakukan pihaknya bersama berbagai elemen.

Baca Juga: Menteri PUPR Tinjau Proyek Terowongan Curug Jompong

“Selain Cieunteung, kolam retensi di Kecamatan Pacet dan Cileunyi telah rampung. Rencana ke depan yaitu pembangunan Situ Pangkalan di daerah Kamojang Kecamatan Ibun, kolam retensi di Soreang dan embung di Perumahan Bumi Cibiru, direncanakan luasnya lima hektar . Pihaknya juga terus mengkampanyekan kesadaran masyarakat, terutama terkait pengelolaan sampah dan limbah industri, pola tanam perkebunan bekersama dengan Perhutani, termasuk penegasan hukum lingkungan,” ucap  Dadang Naser di Soreang, Minggu (19/1/2020).

Wakil Bupati (Wabup) Bandung H. Gun Gun Gunawan mengatakan, Bandung Selatan yang memiliki historis banjir sejak masa pemerintahan Bupati Bandung Wira Angun-angun, kini mulai membaik. Beberapa tahun ke belakang saat hujan deras, banjir menggenangi beberapa area di Dayeuhkolot, Baleendah dan Bojongsoang hingga berhari-hari. Sekarang saat malam hari hujan deras, banjir masih terjadi di wilayah tersebut. Namun Alhamdulillah, pada siang hari , air sudah surut,” ucap Wabup. (B-003) ***