“The Kingdom of Butterfly”  Habitat Yang Dihuni  250 Jenis Kupu-kupu

3

Gua kars,sepanjang kurang lebih 200 meter dengan mulut gua menghadap ke arah timur dengan ketinggian sekitar lima meter , lebar lebih dari 10 meter. Masyarak lokal menawarkan jasa antar kepada pengunjung yang ingin memasuki gua dengan menggunakan penerangan lampu petromax. Ornamen gua berupa fosil  yang pada  bagian dalamnya , terdapat mata air. Taman nasional yang berada di gugusan kars, seluas 43.750 ha , memiliki habitat 250 jenis kupu-kupu dan 20 di antaranya dilindungi. Lokasi gua kars ,di bagian utara berbatasan dengan Kabupaten Pangkep, Barru dan Bone, Sulawesi Selatan . Di sebelah timur berbatasan dengan Kabupaten Maros dan Kabupaten Bone, sebelah selatan berbatasan dengan Kabupaten Maros,  sebelah barat berbatasan dengan Kabupaten Maros dan Kabupaten Pangkep.

Taman nasional ini ditunjuk menjadi kawasan konservasi atau taman nasional berdasarkan Keputusan Menteri Kehutanan Nomor : SK.398/Menhut-II/2004 tanggal 18 Oktober 2004. Saat ini dikelola oleh Balai Taman Nasional Bantimurung-Bulusaraung  yang berkedudukan di Kecamatan Bantimurung, Maros, Sulawesi Selatan. Taman Nasional Bantimurung-Bulusaraung memiliki berbagai keunikan,antara lain : karst, beberapa  gua dengan stalaknit dan stalakmit yang indah dan  paling dikenal karena memiliki berbagai jenis kupu-kupu. Bantimurung oleh Alfred Russel Wallace dijuluki sebagai The Kingdom of Butterfly.

Tempat Manusia Purba

Wilayah Sulawesi Selatan , dikenal pula karena memiliki obyek wisata gua Leang Leang. Dalam bahasa Makassar, Leang artinya goa, terletak di wilayah Kelurahan Leang-Leang, Kecamatan Bantimurung, Kabupaten Maros.  Di kawasan  ini ada ratusan goa prasejarah yang tersebar di perbukitan cadas (karst) Maros-Pangkep.  Salah satu hal yang membuatnya potensial menjadi tempat wisata populer karena dekat, hanya membutuhkan waktu sekitar satu jam dari Kota Makassar .

 Leang Leang terletak di dalam wilayah Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung, daerah Maros Pangket. Pegunungan Karst yang sudah berumur ribuan tahun ini diakui sebagai kawasan karst terbesar ketiga di dunia setelah Guangzhou di China dan di Teluk Halong Vietnam. Berada pada  area seluas 43.750 hektar, wilayah ini memiliki 286 goa dengan lebih dari 30 goa prasejarah. Selain terdapat benda laut .

Baca Juga :   Nasi Goreng Gila

 Taman Prasejarah Leang-Leang sebagai obyek wisata andalan Sulawesi Selatan, memiliki pemandangan yang cukup indah, dihiasi dengan tebing-tebing curam yang menjulang tinggi di sekitar taman. Memiliki hawa sejuk , dipadukan dengan suara air sungai yang mengalir di taman prasejarah ini .

Di taman ini terdapat dua gua (leang) yang menjadi daya tarik utama para pengunjung yakni Leang Pettae dan Leang Petta Kere.  Hal yang menarik dari tempat ini adalah  lukisan-lukisan dinding pada gua . Dari gambar-gambar pada dinding goa dan alat-alat yang ditemukan, kita bisa tahu seperti apa kehidupan manusia prasejarah. Salah satu gambar telapak tangan diperkirakan sebagai cap telapak tangan milik salah satu anggota suku yang mengikuti ritual potong jari. Ritual yang dilakukan sebagai tanda berduka atas kematian orang terdekatnya.  Usia lukisan-lukisan purba di Leang-Leang diperkirakan berumur 5.000 tahun. Beberapa arkeolog bahkan berpendapat , beberapa di antara goa tersebut telah didiami sejak 8.000 – 3.000 SM (Sebelum Masehi).

Pada Leang Pettae yang menghadap ke barat , ditemukan  lima gambar telapak tangan dan satu gambar babi rusa meloncat dengan anak panah di dadanya. Selain gambar tersebut, juga ditemukan  artefak serpih, bilah serta kulit kerang yang terdeposit pada mulut goa. Untuk mencapai goa ini , pengunjung harus menapaki 26 anak tangga. Leang Petta Kere yang lokasinya berada 300 meter di sebelah Leang Pettae , ditemukan  gambar babi rusa, 27 gambar telapak tangan, alat serpih bilah, dan mata panah. Untuk mencapai goa ini  mendaki 64 anak tangga. ini.

Pengunjung , setelah menelusuri gua,  bisa menyejukkan diri di sungai yang melintasi kompleks taman ini,  berfoto dengan latar bebatuan unik dan gugusan pegunungan karst. Gua Leang Leang ditemukan oleh dua arkeolog Belanda, sekitar tahun1950.( B-003) ***

Baca Juga :   Memilih dan Memasang Alarm Mobil