Tidak Memiliki HP Guru Honorer Mengajar Dengan Cara Home Visit

23

Dimasa Pandemi Covid 19, Dede Nano, Yang Telah Mengabdi Selama Enam Belas Tahun Sebagai Guru Honorer, Terpaksa Harus Mengajar Dengan Cara “Home Visit”.  Cara Tersebut Terpaksa Dilakukannya, Karena Ia Tidak Memiliki Telepon Genggam Untuk Proses Pembelajaran Secara Daring Atau Online.

Dimasa Pandemi Covid Seperti Sekarang Ini, Biasanya Siswa Yang Mengalami Kendala, Ketika Dalam Pembelajaran Daring. Namun, Di Kecamatan Cisitu, Kabupaten Sumedang Berbanding Terbalik. Didaerah Tersebut, Ada Seorang Guru Honorer Terkendala Menggelar Pembelajaran Secara Daring, Penyebabnya Yakni Karena Sang Guru Tidak Memiliki Telepon Genggam Atau Handphone. Dede Nano, Guru Honorer Di SDN Corenda Ini, Terpaksa Selalu Melakukan Pembelajaran Dengan Home Visit.

Sudah Dua Bulan, Dede Nano TerusTerusan Melakukan Home Visit Setiap Harinya. Per Hari, Ia Bisa Mengunjungi Tiga Kelompok Belajar. Beban Kerja Yang Diembannya, Tidak Sebanding Dengan Upah Yang Didapat. Per Bulan, Dede Nano Hanya Mendapat Upah 600 Ribu, Yang Diakumulasikan Setiap Tiga Bulan Sekali, Dan Dari Sekolah 200 Ribu Per Bulannya .

Dede Nano, Telah Mengabdikan Dirinya Selama 16 Tahun Sebagai Guru Honorer. Di Usianya Yang Telah Menginjak 41 Tahun, Telah  Memupuskan Harapannya Untuk Mengikuti CPNS. Sebelumnya, Dede Nano Telah Empat Kali Mengikuti CPNS Tapi Gagal, Dan Dia Pun BerkaliKali Gagal Dalam Mengikuti Program Sertifikasi Guru .

Meski Demikian, Dede Nano Tetap Semangat Mengajar, Karena Menurutnya Siswa Harus Mendapatkan Pembelajaran Yang Terbaik. Dede Nano Sangat Mengharapkan Perhatian Dari Pemerintah Dan Instansi Terkait, Dengan Kondisi Yang Dialaminya Sekarang Ini .

Diki Guntara ,  Bandung Tv .