Tiga Menteri Pemerintahan Jokowi Jadi Tersangka Korupsi

488

BISNIS BANDUNG – Selama pemerintahan Jokowi , sebanyak tiga menteri “ dicokok” KPK karena perkara korupsi, Rabu dini hari, 25 November 2020  yang ditangkap KPK adalah Menteri Kelautan dan Perikanan  Edhy Prabowo , sebelumnya  Mensos Idrus Marham dan Menpora  Imam Nahrawi. Dengan demikian , penangkapan Edhy Prabowo  pada  dua periode pemerintahan Jokowi sudah tiga menteri yang diproses hukum KPK.

Pada periode pertama pemerintahan Jokowi-Jusuf Kalla, KPK menetapkan Menteri Sosial, Idrus Marham sebagai tersangka kasus korupsi proyek pembangun PLTU Riau-1. Penetapan Idrus sebagai tersangka berdasarkan pengembangan perkara. Sebelumnya dijadikan tersangka , Idrus telah menjalani pemeriksaan oleh penyidik KPK sebanyak tiga kali, statusnya sebagai saksi.
Idrus Marham dijerat dengan Pasal 12 Hurus a atau b atau Pasal 11 Undang-undang Pemberantasan Korupsi Juncto Pasal 55 Ayat 1 ke-1 Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP).
Kemudian, mantan Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi tersandung kasus penyaluran hibah Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI). Politikus PKB itu sudah divonis tujuh tahun penjara.Dalam perkara ini, Imam adalah salah satu penerima suap senilai Rp11,5 miliar.
Atas perbuatannya, Imam Nahrawi dijerat degan Pasal 12 hrus a atau b atau Pasal 12b atau Pasal 11 Undang-undang Pemberantasan Korupsi juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 juncto Pasal 64 ayat 1 KUHP.
Untuk periode kedua pemerintahan Jokowi, KPK  sudah menetapkan Menteri Kelautan dan Perikanan, Edhy Prabowo sebagai tersangka kasus suap izin benih lobster.
Pengumuman tersangka disampaikan Wakil Ketua KPK, Nawawi Pomolango di kantornya, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Rabu malam, 25 November 2020.
Nawawi menyebutkan, Edhy dijerat dengan pasal sebagai penerima suap melanggar Pasal 12 ayat 1 huruf a atau b atau Pasal 11 Undang-undang Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Baca Juga :   Aturan Usia Akses Medsos Tidak Tuntaskan Masalah 

Terkait hal itu , Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (Sekjen MUI), Anwar Abbas mengaku sedih dan terkejut mendengar kabar Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo tertangkap operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

“Mengejutkan karena yang bersangkutan adalah seorang menteri dan menyedihkan karena ini suatu pertanda bahwa praktik korupsi di negeri ini benar-benar sudah luar biasa hebat, meluas dan ganasnya , sudah seperti membudaya di dunia birokrasi,” ujar Anwar, dalam keterangannya, Rabu (25/11/20).

Penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KKPK) Novel Baswedan memimpin penangkapan Menteri Kelautan dan Perikanan, Edhy Prabowo, operasi  berlangsung, Rabu (25/11) dini hari di Bandara Soetta.

“Salah sat dari tiga  Kasatgas (Kepala Satuan Tugas) tersebut  benar adalah , Novel Baswedan,” kata Pelaksana tugas (Plt) Juru Bicara bidang Penindakan KPK, Ali Fikri saat dikonfirmasi, Rabu (25/11/20) . (B-003) ***