Tim Tel-U Temukan Alat untuk Desinfeksi Covid-19

37

BISNIS BANDUNG-  Sebuah inovasi berupa Autonomous UVC Mobile Robot (AUMR) yakni alat yang bisa dimanfaatkan untuk desinfeksi dan sterilisasi pada ruang isolasi pasien positif COVID-19, berhasil ditemukan Tim dari Telkom University (Tel-U).

“Robot ini rencananya akan diujicobakan di Rumah Sakit Pindad Bandung dan Wisma Atlet Jakarta. Tanpa campur tangan mansusia secara langsung, sehingga mampu meminimalisasi penularan ,” kata Rektor Telkom University Prof Dr Adiwijaya dalam rilisnya, pekan ini.

Rektor menyampaikan Autonomous UVC (Ultra Violet Type C) Mobile Robot (AUMR) ini merupakan Robot AUMR pertama di Indonesia, sebelumnya alat yang serupa digunakan di beberapa negara salah satunya Denmark.
AUMR ini bekerja ketika organisme biologi terpapar sinar UV dalam kisaran 200 nm dan 280 nm, maka sinar tersebut akan diserap oleh DNA, RNA dan protein. Penyerapan tersebut akan menyebakan pecahnya dinding sel protein dan tentunya kematian organisme tersebut.

Penyerapan sinar UVC oleh DNA dan RNA (khususnya basa timin) diketahui menyebabkan inaktivasi untai ganda DNA atau RNA melalui pembentukan dimer timin. Jika cukup dimer ini diproduksi dalam DNA maka akibatnya proses replikasi DNA akan terganggu dan tentunya sel tidak dapat mereplikasi.

Robot ini nantinya dapat beroperasi hingga kurun waktu lima jam, untuk sistem kerja UVC-nya bisa berlangsung sekitar satu jam. Kontrol terhadap robot ini bisa dilakukan dalam beberapa mode, bisa menggunakan remote control, autonomous control mode dengan melakukan line tracking atau laser range navigation.

Robot ini juga sudah dilengkapi sensor ultrasonic untuk menghindari menabrak benda di sekitarnya.

Untuk biasa riset dan pengembangan, Robot AUMR ini memakan budget sekitar Rp250.000.000. Jika dibandingkan dengan robot AUMR dari luar yang harganya mencapai 80.000 hingga 90.000 Dolar Amerika, robot AUMR ini masih begitu terjangkau.

Tim pembuatan AUMR ini adalah kolaborasi antara Tel-U dan Balai Pengembangan Instrumentasi LIPI, yang terdiri dari Angga Rusdinar, S.T., M.T., Ph.D (Teknik Elektro, Fakultas Teknik Elektro, Universitas Telkom, Bandung Indonesia), Dr. Irwan Purnama (Balai Pengembangan Instrumentasi, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia/LIPI, Bandung, Indonesia), Dr. Kemas Muslim Lhaksmana (Teknik Informatika, Fakultas Teknik Informatika, Universitas Telkom, Bandung Indonesia), Dr. Ratih Asmana (Pusat Penelitian Bioteknologi, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia/LIPI, Bogor, Indonesia).(B-002)***